Pemerintah belum menyiapkan kursi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah ditinggalkan oleh Widjajono Partowidagdo.
Pergantian posisi akan segera dilakukan jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengusulkan untuk segera dicari sosok pengganti Widjajono.
"Belum (dibahas posisi Wamen). Belum sampai ke situ," ujar Menko Perekonomian, Hatta Rajasa di Istana Negara.
Menurut Hatta, jabatan Wamen ESDM merupakan posisi yang strategis dalam mengatur kebijakan negara terhadap hasil sumber daya alam. Pasalnya, terdapat banyak sektor pertambangan di mana pengaturan dan pengawasan menjadi kewenangan di dalam Kementerian ESDM.
"Tentu saja (strategis). Bidangnya di situ kan banyak sekali, ada mineral, migas, banyak sekali," tandasnya.
Menurut dia, kepergian sosok Widjajono di Kementerian ESDM tidak lantas menghambat kebijakan pemerintah terkait bahan bakar minyak. Menurut Hatta, pemerintah sudah memiliki sistem yang dapat mengisi kekosongan tersebut.
"Enggak (menghambat). Kita kan punya sistem," kata dia.
Namun, lanjut Hatta, ketika Widjajono diangkat menjadi Wamen ESDM, hal itu merupakan usulan dari presiden untuk memudahkan kinerja Menteri. Bahkan ia siap merekomendasikan nama jika diminta secara langsung oleh SBY.
"Kalau beliau meminta karena itu hak prerogatif presiden," jawab Hatta.
Posisi sebagai Wakil Menteri ESDM otomatis kosong setelah Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang dilantik Oktober tahun lalu meninggal saat mendaki gunung Tambora di Sumbawa, Sabtu (21/4) lalu.
Jenazahnya telah dimakamkan di San Diego Hills, Karawang pada hari Minggu (22/4).