Pemerintah akan bentuk koperasi rotan

Dalam koperasi ini nantinya rotan akan diberikan standar khusus yang sesuai dengan SNI.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pemerintah akan bentuk koperasi rotan
Pengrajin rotan. merdeka.com/Imam Buhori

Pemerintah mengatakan akan membuat koperasi yang menampung rotan hasil petani sebelum dimasukkan dalam resi gudang. Koperasi ini nanti akan ditugaskan untuk menstandarisasi rotan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta memberikan pembiayaan kepada petani sebelum rotan tersebut dimasukkan dalam gudang.

Menurut Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa Bappebti Ismad Jaja Tungkagi, hal ini dilakukan karena mekanisme buffer stock memerlukan dana yang cukup besar. Saat ini, yang baru menggunakan mekanisme buffer stock adalah beras. Karena pemerintah menyediakan dana yang besar untuk menjaga cadangan beras nasional.

"Resi gudang rotan akan dibuat kelembagaan, sebagai koperasi, seolah-olah dia mengumpulkan dari petani dan memberikan pembiayaan, setelah kualitas (SNI) masuk ke gudang," ungkapnya dalam konfrensi pers di Kementrian Perdagangan, Jakarta, Jumat (20/4).

Koperasi ini nanti akan menstandarisasi rotan sebelum masuk resi gudang karena rotan yang bisa masuk kedalam resi gudang hanya rotan yang telah memenuhi standarisasi nasional (SNI). "Rotan itu harus dibuat standar kualitasnya dulu, sesuai dengan SNI baru masuk gudang. Masalahnya petani pengumpul ini butuh uang. Makanya dibuat koperasi ini," tambahnya.

Selain standarisasi nasional, barang yang masuk resi gudang juga harus memenuhi beberapa syarat diantaranya adalah tahan lama bisa disimpan minimal 3 bulan, harganya berfluktuasi pada saat panen rendah dan masa paceklik tinggi, standar mutu serta komoditi strategis, kebutuhan dalam negeri atau ekspor.

"Untuk rotan standarisasi sebelum masuk resi gudang bisa di koperasi ini dulu, kemudian baru masuk resi gudang," pungkasnya.

Rekomendasi