Pada hari kedua pekan ini, indeks diperkirakan akan melanjutkan penguatan secara teknikal. Namun, pergerakan indeks hari ini kemungkinan akan terbatas.
"(Pergerakan itu) mengindikasikan berlanjutnya penguatan tapi dibayangi aksi profit taking," jelas pengamat pasar modal MNC Securities, Edwin Sebayang, kepada merdeka.com, Selasa (3/4).
Hal tersebut disebabkan oleh pergerakan IHSG sudah menyentuh level overbought atau jenuh beli. IHSG diperkirakan akan berada di antara level support 4.136 dan titik resisten 4.195.
Pada pergerakannya yang sempit, diharapkan pergerakan positif dari sektor properti dan infrastruktur akan mampu menyokong dan mempertahankan laju indeks di zona hijau.
Saham-saham properti yang masih menunjukkan pergerakan penguatan pada perdagangan hari ini antara lain:
Kawasan Industri Jababeka (KIJA) yang diperkirakan akan berada pada kisaran 200-230. Dengan pola pergerakan yang menunjukkan tren penguatan, saham ini bisa dikoleksi pada harga 210.
Sentul City (BKSL) diperkirakan akan berada pada rentang 240-280. Pergerakan saham ini masih menunjukkan penguatan dan aman untuk dikoleksi pada kisaran 250.
Bumi Serpong Damai (BSDE) akan berada pada rentang 1.270-1.350. Pola pergerakan saham ini menunjukkan arah pembalikan menuju penguatan. Sehingga aman untuk dikoleksi pada harga 1.310.
Summarecon Agung (SMRA) akan berada pada kisaran 1.580-1.810. Pola pergerakan saham ini masih akan melanjutkan penguatan sehingga aman untuk dikoleksi pada harga 1.690.
Saham-saham infrastruktur yang masih akan menguat pada perdagangan hari ini adalah Mitra Adiperkasa (MAPI), Intraco Penta (INTA), dan Indika Energy (INDY). Sedangkan saham pertambangan yang menguat antara lain Harum Energy (HRUM)dan Indo Tambangraya Megah (ITMG).
Saham-saham utama lain yang masih menunjukkan pola penguatan diantaranya: Astra International (ASII), Gudang Garam (GGRM), Bank Pembangunan Daerah Jabar Dan Banten (BJBR), Gozco Plantation, dan Panin Financial(PNLF).