Putusan Pemerintah Larang Sementara Boeing 737 Max 8 Terbang Dinilai Tepat

Selasa, 12 Maret 2019 18:23 Reporter : Merdeka
Putusan Pemerintah Larang Sementara Boeing 737 Max 8 Terbang Dinilai Tepat Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Jatuhnya pesawat Boeing 787 Max 8 sebanyak dua kali dalam kurun waktu 5 bulan membuat kelaikan terbang pesawat dipertanyakan. Kementerian Perhubungan mengambil sikap tegas dengan melarang operasional pesawat untuk diinspeksi lebih lanjut.

Pengamat penerbangan, Arista Atmadjati, mengungkapkan pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat. Hal ini dinilai dapat mencegah kecelakaan serupa terjadi.

"Saya kira bagus, sebagai pencegahan. Belajar dari pengalaman dan dugaan penyebab jatuhnya pesawat itu mengarah ke sistem, berarti pemerintah dan maskapai memang harus pelototi betul-betul Boeing 787 ini, inspeksi lebih lanjut kelemahannya," ujar Arista kepada Liputan6.com, Selasa (12/3).

Arista menyatakan, pesawat baru biasanya memang membutuhkan waktu untuk dinilai laik terbang atau tidak. Dia mengibaratkannya dengan baby sickness, butuh waktu bagi seorang bayi dari merangkak hingga berjalan. Demikian pula pesawat Boeing 787 Max 8.

Dia juga menambahkan agar pemerintah dan maskapai menunggu instruksi lebih lanjut dari Boeing. Sebelumnya, Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan federal Amerika Serikat, juga telah memerintahkan Boeing untuk memodifikasi pesawat jenis ini.

"FAA juga sudah menyuruh Boeing untuk ubah desain kan, paling lambat April. Nanti kita tunggu saja bagaimana keputusan FAA, bagaimana pengaruhnya pada Boeing dan Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini