Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT MMS siapkan Rp 300 miliar lebarkan jalan tol Tangerang-Merak

PT MMS siapkan Rp 300 miliar lebarkan jalan tol Tangerang-Merak Tol Kembangan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Jalan tol Tangerang-Merak yang menjadi satu-satunya jalan bebas hambatan, akses menuju Banten dan ke Pulau Sumatera, tengah mengalami pelebaran dari sebelumnya dua lajur menjadi tiga lajur.

Hanya saja, tidak seluruh ruas jalan tol tersebut dilebarkan. PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku operator jalan tol, hanya melebarkan dan memperbaiki kilometer yang selama ini sangat padat trafficnya. Menurut Deputy Kadiv Pemeliharaan PT MMS Agung Prasetyo, ada sekitar 7,5 kilometer jalan yang harus dilebarkan.

"Tendernya sudah digelar dan sudah ada pemenangnya. Bahkan sudah dikerjakan dengan kondisi pengerjaan sampai dengan saat ini 25 persen. Pengerjaan akan selesai pada April 2014," jelas Agung.

Adapun jalan yang dilebarkan meliputi jalan Cikupa-Balaraja Timur-Balaraja Barat dengan kilometer 31-38,500 dari arah Tangerang ke Merak. Agung menuturkan, sejak rekonstruksi selesai pada 2012 lalu, traffic di ruas tersebut merupakan yang paling padat dengan capaian rata-rata 40.000 kendaraan per hari.

"Dari ruas Bitung sampai Balaraja Barat merupakan traffic paling padat di sepanjang tol ini," tuturnya. Pihaknya telah mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 300 miliar untuk perbaikan jalan tol Tangerang-Merak.

Selain melebarkan jalan, Agung juga menyatakan, dana tersebut juga diperuntukkan pemasangan tiang pancang di kilometer 38. "Di sana memang tanahnya labil, jadi harus dipasang tiang pancang agar kuat. Tetapi, saya juga tidak mengerti ruas jalan sebaliknya dari arah Merak ke Tangerang semua sudah dipasang tiang pancang, sedangkan dari arah Tangerang ke Merak tidak dipasang, baru ini,” tuturnya.

Terlepas dari itu, disinggung soal banjir yang nyaris setiap dua tahun sekali terjadi di ruas Ciujung, Legal and Public Relation Division Head Indah Permanasari mengaku, hingga saat ini pihak Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga belum menyelesaikan pembangunan tanggul di Sungai Pamarayan dan Sungai Ciujung.

"Jadi kalau ditanya besok banjir lagi atau tidak? Kami tidak tahu. Karena penyebab banjir bukan karena kami, itu terjadi karena beban air yang tumpah ke ruas tol," terangnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP