Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT KAI Disarankan Sasar Bisnis Pengangkutan Kargo di Tengah Pandemi Corona

PT KAI Disarankan Sasar Bisnis Pengangkutan Kargo di Tengah Pandemi Corona krl. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pendapatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bersumber dari penumpang merosot tajam sebagai dampak pandemi Covid-19. Pada 2 Februari 2020 secara menyeluruh KAI mengantongi pendapatan per hari Rp39 miliar, namun anjlok menjadi Rp4 miliar pada 31 Maret 2020.

Anggota Komisi IV DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono menyarankan agar PT KAI terus mencari peluang di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya yaitu menyasar bisnis pengangkutan kargo.

"Di saat ada peluang KAI menjadi sumber pengangkutan kargo bisa saja melakukan peningkatan kenaikan harga tentunya untuk tempat-tempat tertentu atau barang-barang tertentu," kata Edhie saat rapat dengar pendapat bersama BUMN Transportasi di Jakarta.

Dalam pandangan dia, kalau penumpang tidak diperkenankan untuk menjadi bagian dalam transportasi, KAI kenapa kita tidak fokus aja langsung kepada pengangkutan barang secara masal.

Kemudian, terkait pengembalian refund ticket, Edhie mengingatkan agar berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan, jangan sampai proses ini membuat penumpang dan masyarakat merugi.

Namun demikian, dia mengapresiasi PT KAI yang telah menerapkan protokol penanganan Covid-19.

"Menurut saya lebih siap dibanding perusahaan-perusahaan yang lain, ini apresiasi saya. dengan menyediakan pos penanganan Covid di setiap stasiun dengan data yang lengkap, pekerja yang terkena imbas Covid. langkah-langkah ini sebetulnya perlu ditiru kepada BUMN-BUMN transportasi yang lainnya."

Pendapatan KAI Merosot

merosot rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelumnya, Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro menyebutkan, pada 2 Februari 2020 secara menyeluruh KAI mengantongi pendapatan per hari Rp39 miliar, namun anjlok menjadi Rp4 miliar pada 31 Maret 2020.

"Dari sisi pendapatan penumpang ini kalau kita bandingkan dari 2 Februari 2020 itu secara menyeluruh per hari Rp39 miliar, Maret jadi Rp4 miliar," katanya dikutip Antara.

Penurunan pendapatan itu seiring dengan penurunan penumpang, terutama setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbit dan keluarnya Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Memang penumpang berkurang jauh apalagi setelah keluar PM 25, tidak jadi mudik itu lebih turun lagi tapi mulainya di April 2020. Kemudian puncak harian yang kami capai hanya 11 persen tapi kalau dirata-ratakan kurang lebih pendapatan di 31 Maret hanya 21 persen dari rata-rata,” katanya.

Jumlah penumpang KAI harian rata-rata triwulan I 2020 sebanyak 1,2 juta penumpang, yang terdiri dari 775.501 penumpang KRL, 208.210 penumpang kereta api jarak jauh, dan 5.891 penumpang bandara.

Sementara itu, pada 31 Maret 2020 jumlah penumpang harian hanya menyisakan 275.827 penumpang. Rinciannya, 226.625 penumpang KRL, 48.773 penumpang kereta api jarak jauh, dan 429 penumpang kereta bandara.

"Secara kasar sebenarnya jika akhir pandemi ini di bulan Juni maka kami sudah rugi di laba rugi tahun berjalannya. Di bulan Agustus lebih besar meruginya dan Desember lebih besar," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP