Profil Dirut Berdikari, Harry Warganegara yang Pistolnya Meledak di Bandara Makassar
Merdeka.com - Sepucuk senjata api (senpi) milik penumpang pesawat meletus saat diperiksa sekuriti Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 07.45 Wita, Senin (17/4) lalu. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana menyebutkan pistol tersebut milik Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara.
"Iya betul milik dia," kata Komang dikutip dari Liputan6.com, Jakarta, Rabu (19/4).
Kejadian itu bermula saat dirut BUMN yang bergerak di bidang peternakan terintegrasi itu hendak check in di Counter 16 Citilink. Harry menyerahkan barang bawaannya kepada protokoler bandara untuk diperiksa.
"Jadi yang bersangkutan ini menyerahkan barang bawaannya kepada protokoler bandara," jelas Komang.
Namun, saat protokoler tersebut memeriksa senjata dan mengosongkan magazen, tak sengaja pistol milik Harry terjatuh. Saat terjatuh, pistol tersebut kemudian meledak.
Profil Harry Warganegara
Melansir dari laman ptberdikari.co.id, Harry Warganegara lahir pada tahun 1971. Menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Business management & Finance di City University of New York.
Hary baru diangkat menjadi Direktur Utama PT Berdikari pada 2 April 2020. Meski begitu, sosok Harry dinilai berpengalaman dalam berbagai bidang.
Di industri keuangan Harry pernah bergabung dengan National Westminster Bank Plc New York City, Bear & Sterns New York City dan Fund Asia Investment Bank Bank PDFCI menangani Corporate Finance, Fund Rising dan Restructuring.
Selanjutnya Harry bergabung dengan Henan Putihrai Sekuritas sebagai Senior Vice President menangani Investment Banking, Corporate Structure, Merger Acquisition.
Di bidang properti dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur pada Pacific Metro Realty (Owning Company of Menara Imperium) dan PT Prabu Budi Mulia (Owning Company of Crowne Plaza Hotel).
Pria kelahiran Palembang ini juga merupakan salah satu pendiri BUMD di Sulawesi Barat, yaitu PT Sulbar Group dan menjabat sebagai Presiden Direktur pada tahun 2010-2013.
Selanjutnya beliau menjabat sebagai Komisaris Utama pada Sulbar Energi Group dan Krakatau Steel Global Trading / PT Krakatau Natural Resources. Setelahnya di tahun 2022 lalu Harry ditunjuk sebagai Bos dari BUMN PT Berdikari.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya