Polygon Bikes, Ambisi Anak Lokal Tembus Pasar Dunia
Merdeka.com - Eksistensi sepeda legendaris buatan Indonesia, Polygon, tak lekang tergerus zaman. Produksi lokal dengan standar global itu hingga kini masih dapat ditemui di pasaran.
Namun, sebelum melebarkan sayap ke tingkat global, sepeda merek Polygon dibuat di satu desa kecil yang namanya tak banyak dikenal orang, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Saat memulai produksi sepeda di tahun 1989 Soejanto Widjaja, pemilik sekaligus pendiri PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon, optimis bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat andal. Hanya saja berikan mereka kesempatan untuk berkembang.
Maka, di tahun itu, Soejanto yang berprofesi sebagai dosen, dibantu para mahasiswanya untuk merakit sepeda. Produksi itu sudah berada di bawah bendera PT Insera Sena. Nama Insera sendiru merupakan abreviasi dari Industri Sepeda Surabaya, sedangkan Sena diambil dari nama putra kedua Pandawa, tokoh epos Mahabarata yang sangat dia senangi.
Untuk merealisasikan mimpinya, dia mengeluarkan modal yang sangat di besar. Soejanto menggelontorkan biaya untuk membeli lahan seluas 30.000 meter persegi untuk dijadikan pabrik sepeda.
Bertahun-tahun memproduksi sepeda, barulah di tahun 1998 Soejanto menjual sepeda Polygon untuk pasar internasional. Tercatat, sudah jutaan sepeda telah diekspor ke lima benua dengan tujuan ekspor lebih dari 50 negara.
Nama Polygon secara harfiah berarti 'segi banyak' dinilai pantas untuk menyandang karakter sebuah produk nasional yang bersaing dengan ketatnya pasar internasional. Dalam mengembangkan usahanya, Polygon tentu memerlukan pondasi yang kuat. Perusahaan tersebut ingin menghasilkan sepeda dengan kualitas terbaik bagi dunia.
Polygon dibuat dengan kesungguhan dan perhatian untuk mendapat fungsi yang tepat dan signifikan dari setiap sepeda. Polygon berpijak pada empat pilar utama: technology, quality, craftmanship, dan support.
Perusahaan ini ingin memberikan kinerja optimal bagi pengendaranya dan ini merupakan esensi terpenting dalam bersepeda. Sepeda yang dihasilkan pun bisa digunakan bermacam-macam. Mulai untuk olahraga, hobi, transportasi dan lainnya.
Pada Model Year 2013, Polygon mengambil tema Redefine Your Riding Experience yang merupakan jawaban Polygon sebagai brand internasional atas perkembangan dunia sepeda dan kemampuan persaingan dengan brand sepeda dunia lainnya.
Pada 2018, langkah konkret terus dilakukan dengan menghadirkan produk inovatif. Salah satunya, seri Pedelec (pedal electric cycle) pertama dengan varian Path-E (city bike) dan Entiat-E (MTB).
Pedelec memiliki fungsi yang sama seperti sepeda pada umumnya. Yang membedakan, sepeda bergerak dari hasil perpaduan tenaga pedaling yang dilakukan pesepeda dan energi listrik yang dihasilkan baterai pendukung pada sepeda yang dihadirkan untuk menghemat tenaga, sehingga memaksimalkan menjelajah lebih jauh.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya