Polres Jembrana Uji Coba Retribusi Parkir Gilimanuk, Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026

Polres Jembrana melakukan uji coba retribusi parkir manuver di Gilimanuk sebelum mudik Lebaran 2026, berkoordinasi dengan Pemkab Jembrana untuk kelancaran arus dan optimalisasi pendapatan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Jembrana Uji Coba Retribusi Parkir Gilimanuk, Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026
Polres Jembrana melakukan uji coba retribusi parkir Gilimanuk di Pelabuhan Gilimanuk menjelang mudik Lebaran 2026, berkoordinasi dengan Pemkab Jembrana untuk kelancaran arus dan optimalisasi pendapatan daerah. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Jembrana, Bali, melaksanakan uji coba pengenaan retribusi parkir manuver menuju Pelabuhan Gilimanuk. Uji coba ini dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil pada Jumat, 6 Maret 2026, untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

Tujuan utama dari uji coba retribusi parkir Gilimanuk ini adalah untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Meskipun ada pos retribusi, pihak kepolisian berupaya agar tidak menghambat pergerakan kendaraan. Koordinasi intensif dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati menyatakan pentingnya koordinasi. Pembahasan meliputi teknis pungutan retribusi nontunai di area parkir manuver. Namun, opsi pembayaran tunai juga akan tetap disediakan.

AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menegaskan bahwa ada beberapa aspek yang akan dibahas bersama instansi terkait di Pemkab Jembrana. Salah satunya adalah mekanisme pungutan retribusi nontunai yang berlaku di parkir manuver Pelabuhan Gilimanuk. Fokus utama adalah memastikan sistem berjalan efektif.

Koordinasi juga akan mencakup kemungkinan pos retribusi tetap menerima pembayaran tunai. Hal ini mempertimbangkan tidak semua pengemudi kendaraan memiliki kartu pembayaran nontunai. Contohnya, pengendara sepeda motor seringkali tidak memiliki kartu nontunai karena jarang melintasi jalan tol.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan di pos retribusi yang dikelola Pemkab Jembrana, disarankan agar petugas menyiapkan uang kembalian. Persiapan ini penting guna mempercepat proses transaksi. Semua upaya dilakukan demi menunjang kelancaran arus mudik.

Kapolres Jembrana yakin bahwa seluruh institusi pemerintahan memiliki tujuan yang sama. Mereka ingin memastikan mudik berjalan aman dan lancar bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antarlembaga menjadi kunci utama keberhasilan.

Kebijakan retribusi ini juga bertujuan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jembrana. Beberapa waktu lalu, Pemkab Jembrana telah menerapkan pungutan nontunai bagi kendaraan yang keluar dan masuk Pelabuhan Gilimanuk. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan PAD.

Sebelum memasuki jalur Pelabuhan Gilimanuk, kendaraan wajib melewati pos retribusi di area parkir manuver. Sementara itu, untuk kendaraan yang keluar pelabuhan, pembayaran retribusi dilakukan di Terminal Gilimanuk. Sistem ini dirancang untuk mengatur alur kendaraan secara efisien.

Saat uji coba retribusi nontunai sebelumnya, Sekretaris Daerah Jembrana I Made Budiasa menjelaskan bahwa pembayaran tunai masih diterima. Hal ini karena kebijakan tersebut masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat. Pendekatan bertahap ini diharapkan mempermudah adaptasi.

Meskipun demikian, tantangan dalam implementasi tetap ada, terutama terkait kesiapan pengendara dengan sistem nontunai. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Jembrana I Wayan Sudiarta belum memberikan jawaban terkait perkembangan terkini. Koordinasi lanjutan diharapkan dapat mengatasi isu-isu teknis yang muncul.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi