Pindah ke Mangga Dua, pedagang Glodok belum untung
Merdeka.com - Salah satu pusat perbelanjaan barang elektronik Indonesia, Harco Glodok, sedang direnovasi. Sejauh ini, 300 penghuninya pindah ke lokasi baru, sama-sama di Jakarta Barat, yakni Mangga Dua Square.
Adanya perpindahan lokasi usaha diakui para pengusaha elektronik perlu usaha lebih keras untuk mencapai pendapatan setara dengan sebelumnya.
Salah satu pengusaha elektronik yang berpindah lokasi bisnis dari Harco Glodok ke Mangga Dua Square, Aher (26), mengaku baru menempati lokasi saat ini sejak 28 Februari 2014 lalu.
Aher mengaku masih belum mendapatkan pelanggan setara dengan lokasi semula. "Belum, transaksi paling baru Rp 2 juta, paling tinggi Rp 10 juta sehari. Elektronik paling murah Rp 100.000 sampai puluhan juta. Harapannya omzet bisa naik lah," kata Aher saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (5/4).
Pengusaha elektronik lain, Edy (30), mengaku baru menempati Mangga Dua Square sekitar dua bulan. "Pendapatan lumayan lah, karena orang belum tahu. Di Harco kita sehari bisa Rp10-Rp20 juta sehari, di sini masih di bawah Rp 10 juta," ungkap Edy.
Meski demikian, Edy mengaku optimis pendapatannya di Mangga Dua Square bisa lebih tinggi ketimbang di Harco Glodok lantaran Mangga Dua Square memiliki bermacam alternatif belanja. "Kemungkinan income lebih tinggi dari Harco. Di sini kan pengunjung banyak macam-macam. Dari cari baju, nanti bisa cari elektronik.
Saat Harco Glodok selesai dibangun sekitar 3-4 tahun mendatang, Edy mengaku tidak akan meninggalkan Mangga Dua Square. "Tapi nanti kita harus beli lagi. Nanti kalau sudah jadi, sini (Mangga Dua Square) tetap, di sana (Harco Glodok) nanti kita beli lagi. Di sini kita sewa," tutur Edy.
Johnny (45) mengaku memiliki alasan lain pindah usaha dari tempat semula di Mall Mangga Dua ke Mangga Dua Square. Menurutnya, harga sewa yang jauh lebih tinggi di Mall Mangga Dua menjadi alasannya pindah tempat usaha.
"Harga sewa di Mangga Dua Mall terlalu tinggi. 50 persenan lah lebih mahal. Saya punya 8 kios di Mangga Dua Square. Service juga di sana (Mall Mangga Dua) lebih mahal juga hampir 50 persen," ujarnya.
Peningkatan pendapatan diakui bisa berasal dari sisi sewa dan biaya pelayanan yang lebih murah, selain juga dari jumlah pengunjung Mangga Dua Square. "Mulai Rp 300.000 sampai puluhan juta satu bulan (pendapatan di Mangga Dua Square)," tutupnya.
Di pusat belanja yang dikelola PT Agung Podomoro itu, pedagang dibebani biaya sewa per unit Rp 100.000-Rp 300.000 per meter persegi per bulan. Sedangkan penjualan hak milik senilai Rp 100 - Rp 500 juta per unit. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya