Pidato Pelantikan Jokowi Jadi Peringatan Khusus untuk Menteri Ekonomi Kabinet Baru

Senin, 21 Oktober 2019 11:45 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Pidato Pelantikan Jokowi Jadi Peringatan Khusus untuk Menteri Ekonomi Kabinet Baru Pelantikan Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming, menilai pidato pelantikan Presiden Jokowi merupakan pesan khusus untuk tim ekonomi kabinet baru. Masalah ekonomi ditekankan Presiden Jokowi karena, menurutnya, tekanan ekonomi global akibat perang dagang semakin mengkhawatirkan.

"Jadi ini warning dari Presiden, agar kabinet baru nantinya paradigmanya sama dengan presiden. Jangan sampai menteri-menteri baru, utamanya menteri-menteri ekonomi malah punya paradigmanya sendiri-sendiri. Presiden ingin lari kencang, jangan sampai menterinya sibuk ngerem," ucap Maming dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (21/10).

"Pandangan kami, pidato tersebut lebih ditujukan kepada kabinet kerja jilid 2 yang akan diumumkan besok. Khususnya tim ekonomi," papar Maming.

Maming memberi contoh, dalam pidato tersebut semangat relaksasi dan debirokratisasi sangat tinggi. Presiden misalnya mengatakan, menyederhanakan regulasi dan akan memangkas regulasi yang tidak perlu. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM.

Maming berharap semangat deregulasi ini tidak dijawab oleh kabinet berikut dengan menambah regulasi yang mempersulit dunia usaha. Dia mengatakan, salah satu alasan ekonomi pada periode sebelumnya hanya tumbuh disekitar 5 persenan secara tahunan, disebabkan beberapa kementerian malah menambah regulasi baru yang menjadi disinsentif bagi dunia usaha. Akibatnya, sektor swasta susah berkembang.

"Tidak usah kita sebutkan kementeriannya. Tapi hasilnya jelas. Target-target susah tercapai. Sebab ada regulasi yang bertentangan dengan paket-paket kebijakan Presiden," papar Maming.

Maming mengatakan, pidato kenegaraan ini sangat mengejutkan. Sebab, Presiden tidak berbicara sama sekali soal tantangan lainnya yang tidak kalah serius seperti masalah, pendidikan, ideologi, keamanan, politik dan sebagainya.

"Dari HIPMI kita apresiasi. Sebab hampir seluruh pidato isinya ekonomi. Intinya Presiden ingin sampaikan 'economy first' kira-kira," tambah Maming.

Dari awal pidato hingga akhir, Presiden Jokowi berbicara soal tantangan perekonomian dengan terminologi dan ilustrasi yang milenial sekali. "Lebih tepatnya soal daya saing birokrasi, Produk Domestik Bruto, inovasi, produktifitas, SDM, regulasi dan transformasi ekonomi nasional," pungkas Maming. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini