Perubahan Teknologi dan Disrupsi Jadi Tantangan Perusahaan Menjalankan Bisnis, Apa Solusinya?

Perusahaan dituntut tidak hanya memahami perubahan, tetapi juga bergerak lebih cepat, mengambil keputusan berbasis data, serta membangun fondasi talenta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perubahan Teknologi dan Disrupsi Jadi Tantangan Perusahaan Menjalankan Bisnis, Apa Solusinya?
Perubahan Teknologi dan Disrupsi Jadi Tantangan Perusahaan Menjalankan Bisnis, Apa Solusinya? (Merdeka.com)

Perubahan teknologi yang semakin cepat, perilaku konsumen yang dinamis, serta persaingan global yang tak lagi berbatas telah membawa dunia bisnis ke fase kompetisi yang semakin ketat. Disrupsi kini hadir bukan hanya sebagai tantangan, tetapi sebagai konstan baru dalam menjalankan bisnis.

Perusahaan dituntut tidak hanya memahami perubahan, tetapi juga bergerak lebih cepat, mengambil keputusan berbasis data, serta membangun fondasi talenta yang mampu mengubah ketidakpastian menjadi peluang pertumbuhan.

Di tengah realitas tersebut, banyak organisasi di Indonesia masih memandang disrupsi secara defensif. Terlalu fokus pada risiko, sehingga peluang pertumbuhan sering terabaikan. Disrupsi sering dianggap sebagai ancaman yang harus ditahan, bukan momentum yang dapat dimaksimalkan.

Dalam forum 'Navigating Disruption for Accelerated Revenue & Optimized Performanc' yang diselenggarakan oleh Mekari Talenta, puluhan pemimpin lintas industri membahas bagaimana organisasi bisa menjadikan disrupsi sebagai momentum pertumbuhan. 

Chief Operating Officer Mekari, Arvy Egadipoetra, menegaskan bahwa peran HR kini tak lagi sebatas administrasi. 

"Dengan transformasi HR yang didorong data dan AI, Mekari Talenta bukan hanya mempermudah proses administrasi. Kami mengubah peran HR menjadi strategic business partner yang memungkinkan perusahaan merespons disrupsi dengan cepat, tetap agile, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sandiaga Uno, yang melihat disrupsi sebagai pemicu inovasi. "Jika kepemimpinan mengadopsi pemikiran bahwa disrupsi adalah bagian dari peningkatan, maka justru disrupsi itu akan menjadi pemicu inovasi yang bisa dilakukan oleh para talenta kita," katanya.

Mekari Talenta saat ini telah bekerja sama dengan DPLK Simas Jiwa melalui integrasi program pensiun MyPension ke dalam platform benefit karyawan Mekari Flex. 

Managing Partner KKA GD, I Gde Eka Sarmaja, menegaskan pentingnya keseimbangan antara adequacy, affordability, dan sustainability dalam sistem pensiun agar karyawan terlindungi secara finansial jangka panjang.

"Ekonomi kreatif tidak akan tumbuh hanya dengan ide, tetapi dengan eksekusi yang disiplin dan manajemen talenta yang sehat," ucap Plt. Direktur Aplikasi Kemenekraf, Wahyu Wicaksono, menambahkan:

Data internal Mekari menunjukkan, retensi karyawan bisa meningkat hingga 50 persen bila perusahaan menerapkan manajemen kinerja terstruktur.  Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas dan produktivitas hanya bisa tumbuh bila organisasi berani mengubah mindset dari bertahan menjadi menang.

Rekomendasi