Per Desember 2018, Total Aset Bank BNI Tembus Rp 800 Triliun

Rabu, 23 Januari 2019 16:55 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Per Desember 2018, Total Aset Bank BNI Tembus Rp 800 Triliun BNI. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Bank PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) Adi Sulistyowati mencatat total aset sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 808,57 Triliun. Capaian ini merupakan yang pertama bagi perseroan memiliki aset melampaui Rp 800 Triliun.

"Pada akhir 2018, untuk pertama kalinya BNI berhasil mencatatkan total aset melampaui Rp 800 triliun, tepatnya Rp 808,57 triliun atau tumbuh 14,0 persen yoy dibandingkan akhir 2017 yang mencapai Rp 709,33 triliun," kata Adi dalam paparan kinerja 2018, di Gedung BNI Pusat, Jakarta, Rabu (23/1).

Dia menyebutkan, pertumbuhan aset BNI ini jauh melampaui pertumbuhan aset di industri perbankan yang mencapai 9,1 persen yoy per November 2018. Kinerja positif ini juga ditopang oleh positifnya pencapaian anak-anak perusahaan.

"Kinerja anak perusahaan BNI disepanjang 2018 menunjukkan tren peningkatan yang positif dan memberikan kontribusi terhadap laba bersih BNI," jarnya.

Seperti diketahui, BNI group memiliki 5 perusahaan anak yang meliputi BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, BNI Sekuritas dan BNI Asset Management. Kelima perusahaan ini pada 2018 mampu memberikan kontribusi 9,24 persen terhadap total laba BNI konsolidasian.

Selain itu, hal itu juga didukung oleh kemampuan dalam mengelola likuditas secara optimal. "Meskipun berada pada kondisi pasar likuiditas yang sangat ketat, BNI mampu menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,1 persen yoy, yaitu dari Rp 516,10 triliun pada Desember 2017 menjadi Rp 578,78 triliun pada Desember 2018," ujarnya.

Penghimpunan DPK BNI tersebut diiringi dengan menurunnya Cost of Fund dari 3,0 persen pada Desember 2017 menjadi 2,8 persen pada Desember 2018. Hal ini tersebut tercapai karena BNI berhasil menumbuhkan rasio dana murah (CASA) dari level 63,1 persen pada Desember 2017 menjadi 64,8 persen pada Desember 2018.

"Perbaikan rasio dana murah ini tidak terlepas dari pertumbuhan giro sebesar 18,2 persen yoy dan tabungan sebesar 13,0 persen yoy, yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan deposito BNI yaitu 6, persen yoy.," tutupnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. BNI
  2. BUMN
  3. Perbankan
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini