Penyebab Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand

Jumat, 12 Agustus 2022 14:35 Reporter : Idris Rusadi Putra
Penyebab Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand scoot airlines. ©2017 tripadvisor.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengeluhkan harga tiket pesawat dari luar negeri menuju Bali yang tergolong mahal. Salah satunya penerbangan dari Australia menuju Bali. Menurut dia, harga tiket pesawat dari Australia menuju Bali lebih mahal dibanding harga tiket pesawat dari Australia ke Thailand.

Menurut Wagub, daerah Bali memerlukan subsidi silang dari pemerintah pusat untuk membuat harga tiket pesawat dari luar negeri ke Pulau Dewata bisa lebih wajar.

"Sekarang harga tiket pesawat dari Australia ke Bali lebih mahal dibandingkan dari Australia ke Thailand," kata Wagub yang biasa disapa Cok Ace itu dikutip dari Antara Denpasar, Jumat (12/8).

Pengamat penerbangan Alvin Lie berpendapat, mahalnya harga tiket pesawat dari luar negeri bisa disebabkan beberapa faktor. Misalnya, jenis pesawat yang digunakan. Semakin besar pesawat yang digunakan maka biaya akan lebih efisien dan membuat harga tiket lebih murah.

"Harga tiket pesawat itu mengikuti mekanisme pasar, tergantung jenis pesawatnya apa, pesawat kecil kalah efisien dibanding pesawat besar," kata Alvin saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (12/8).

Namun demikian, Alvin mempertanyakan pernyataan Wagub Bali yang menyebut tiket Australia-Bali lebih mahal dibanding Australia-Thailand. Sebab, ini harus spesifik Australia bagian mana yang menjadi concern Wagub tersebut. "Itu dari Australia bagian barat justru lebih murah ke Bali," tegas Alvin

Di lain hal, Alvin mengaku tak setuju dengan pendapat Wagub Bali yang meminta subsidi silang. Menurut Alvin pemerintah tidak perlu memberi subsidi untuk penerbangan internasional. Mantan Anggota Ombudsman tersebut menegaskan bahwa yang berhak menerima subsidi adalah warga negara miskin.

"Kita jangan lebay, jangan cengeng. Apa-apa minta subsidi. Rakyat layak mendapat subsidi lebih banyak. Penerbangan asing disubsidi justru yang menikmati warga asing lagi," katanya.

Di lain hal, Alvin menyebut biaya tiket pesawat hanya sebagian kecil dari biaya perjalanan yang mengharuskan memesan hotel, restoran dan makan.

2 dari 3 halaman

Wagub Bali Minta Subsidi Silang

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan bahwa daerah setempat memerlukan subsidi silang dari pemerintah pusat untuk membuat harga tiket pesawat dari luar negeri ke Pulau Dewata bisa lebih wajar.

"Sekarang harga tiket pesawat dari Australia ke Bali lebih mahal dibandingkan dari Australia ke Thailand," kata Wagub yang biasa disapa Cok Ace itu dikutip dari Antara Denpasar, Jumat (12/8).

Menurut dia, dalam forum diskusi bertajuk Recover (Bali) Together: Menanti Solusi Kelangsungan dan Pemulihan Usaha itu, mahalnya harga tiket pesawat ke Bali turut menjadi tantangan untuk pemulihan pariwisata Bali.

"Itu (harga tiket pesawat-red) kebijakannya di pusat. Oleh karena itu, kami mohon pada pusat. Kenapa kalau penerbangan ke daerah lain bisa disubsidi silang oleh negaranya, kenapa Indonesia tidak?," ucap pria yang juga Ketua PHRI Bali itu.

Terkait persoalan mahalnya harga tiket pesawat ke Bali, Cok Ace mengatakan pemerintah provinsi setempat sudah berusaha untuk memberikan masukan ke pemerintah pusat supaya harga tiket pesawat ke Bali bisa lebih wajar. "Tiket yang mahal ini bagi wisatawan, kami bekerja keras untuk memperbaiki destinasi dan memberikan pelayanan yang terbaik, namun kembali lagi pada permodalan pengusaha," ujarnya.

Oleh karena dampak pandemi Covid-19, pengusaha pariwisata Bali saat ini dihadapkan pada persoalan biaya operasional, SDM, hingga kewajiban untuk membayar utang.

Dia mengemukakan, meskipun hotel-hotel sudah beroperasi, tetapi sejatinya kamar yang siap "dijual" itu kisaran 40-60 persen dari total kamar yang dimiliki karena kerusakan sarana prasarananya akibat vakum selama dua tahun.

Selain itu, pelaku pariwisata di Bali tidak mudah juga untuk mendidik tenaga kerja profesional, karena tidak sedikit SDM pariwisata Bali yang profesional beralih bekerja di kapal pesiar.

"Jika soft loan (pinjaman lunak) dikasi, andaikata hutang (relaksasi restrukturisasi kredit-red) ditunda hingga 2025, apakah selesai persoalannya? Tentu belum," kata Penglingsir (tokoh) Puri Ubud itu.

3 dari 3 halaman

Benarkah Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Mahal?

Merdeka.com kemudian mencoba mengecek atau membuktikan harga tiket pesawat yang disebut wakil gubernur tersebut. Benar saja, harga tiket Australia-Bali lebih mahal dibanding Australia Thailand. Merdeka.com mencoba mengakses salah satu aplikasi pencarian tiket pada pukul 11.45 WIB.

Hasilnya, harga tiket penerbangan Sydney-Bali paling murah dibanderol Rp4.112.000 yaitu untuk penerbangan 23 Agustus 2023 dengan maskapai penerbangan Scoot. Jika melihat lebih jauh, harga tiket penerbangan rute tersebut di bulan September malah lebih mahal. Harga tiket termahal rute Sydney-Bali di Agustus 2023 yaitu pada tanggal 31 yang dibanderol Rp7.772.000.

Sedangkan harga tiket Sydney-Bangkok paling murah berada dikisaran Rp3.499.000 di tanggal 22 Agustus dan 23 Agustus 2023 dengan maskapai penerbangan Scoot. Sedangkan harga tiket paling mahal di rute tersebut yaitu pada tanggal 31 Agustus 2022 di kisaran Rp7.772.000. [idr]

Baca juga:
Bukti Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand
Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand, Kok Bisa?
Avtur Mahal, Garuda Indonesia Bakal Naikkan Harga Tiket Pesawat?
Tiket Pesawat Mahal, Wagub Bali Minta Pemerintah Subsidi Silang
KPPU Sentil Maskapai: Jangan Ada Monopoli dalam Penetapan Harga Tiket Pesawat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini