Penumpang Bandara Adi Soemarmo Anjlok Dari Normal 2.000 Kini Hanya 100-an Orang
Merdeka.com - PT Angkasa Pura I melaporkan, saat ini jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui Bandara Adi Soemarmo masih jauh di bawah normal. Jika biasanya jumlah penumpang datang maupun berangkat sekitar 2.000 orang/hari, untuk saat ini hanya mencapai ratusan.
"Hari Selasa (2/6) kemarin jumlah penumpang datang 77 orang dan yang berangkat 18 orang. Sedangkan hari ini untuk jumlah penumpang datang sebanyak 56 orang yang berangkat sebanyak 93 orang," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Danardewi, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (3/6).
Apalagi saat ini, maskapai Lion Air grup melakukan penghentian sementara operasional penerbangan baik rute domestik maupun internasional, terhitung mulai 5 Juni mendatang. Keputusan tersebut dipastikan akan berimbas pada penerbangan rute dari dan ke Solo.
"Sesuai pemberitahuan Lion Air dan Batik Air yang berhenti. Rutenya ke Jakarta semua. Dulu Lion ada rute ke Denpasar, tapi sudah beberapa waktu juga berhenti," ujarnya.
Dengan penghentian operasional tersebut, dikatakannya, layanan Bandara Internasional Soemarmo tinggal menyisakan 3 maskapai penerbangan. Yakni Garuda Indonesia, Nam Air dan Citilink. Pihaknya sudah mengumumkan penghentian operasional tersebut kepada para penumpang.
Menurut dia, sama dengan maskapai lain, pascakeluarnya aturan dari Kementerian Perhubungan yang mengacu pada protokol kesehatan percepatan penanganan COVID-19, maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group hanya membawa sedikit penumpang.
"Terakhir Lion Air yang 'landing' di Adi Soemarmo membawa 25 penumpang dan berangkat dengan 17 penumpang," jelasnya.
Angkasa Pura I Tetap Operasikan 15 Bandara selama Pandemi Virus Corona
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan belum akan melakukan lockdown terhadap 15 bandara yang dikelola perseroan selama masa penyebaran virus corona atau Covid-19.
Adapun 15 bandara tersebut antara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Frans Kaisiepo Biak.
Kemudian Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.
Lalu, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Internasional El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, bandara-bandara tersebut masih tetap dibuka dengan adanya pembatasan aktivitas operasinya.
"Jadi yang kita lakukan ini karena adanya beberapa pengurangan penerbangan dari airlines, maka kita mengurangi volume penerbangan, tapi sifatnya tidak lockdown," tegasnya dalam sesi teleconference, Sabtu (28/3).
"Misalnya contoh yang simple kalau kita memiliki 5 garbarata yang dioperasikan. Karena penerbangan terbatas maka kita hanya operasikan hanya 3 saja, yang 2 kita istirahatkan," dia menambahkan.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya