Penuhi kebutuhan nasional, KKP bangun 6 gudang & satgas impor garam

Untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun enam gudang untuk menyimpan hasil produksi garam rakyat yang berlokasi di Rembang, Brebes, Sampang, Demak, Tuban dan Kupang. Selain membuat gudang, pemerintah juga akan mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Penuhi kebutuhan nasional, KKP bangun 6 gudang & satgas impor garam
Ilustrasi garam. Shutterstock/Sunny Forest

Untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun enam gudang untuk menyimpan hasil produksi garam rakyat yang berlokasi di Rembang, Brebes, Sampang, Demak, Tuban dan Kupang.

"2017 ada di Rembang, Brebes, Sampang, Demak, Tuban, dan Kupang rencananya dibangun. Masing-Masing 2.000 ton kapasitas. Anggaran Rp 1,8-2 miliar per gudang. Khusus nampung garam rakyat," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti di gedung KKP, Selasa (10/1).

Lebih lanjut, dia mengatakan membangun gudang garam diperlukan persiapan yang matang dan membutuhkan waktu hingga empat bulan. Nantinya, gudang tersebut menggunakan metode pugar melalui sistem resi.

Selain membuat gudang, pemerintah juga akan mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan nasional. Untuk itu, KKP tengah menyiapkan satgas yang dibentuk oleh lintas kementerian untuk mengawasi impor garam.

"Satgas impor garam menurut rapat setidaknya ada 7 pihak yang harus dikoordinasikan terkait impor garam, yakni KKP, kemendag, perindustrian, kemenko Kemaritiman sebagai koordinator, Bea Cukai, BPS, dan Bareskrim," jelasnya.

Nantinya, tugas satgas impor garam ini adalah berkoordinasi dan mengelola data garam konsumsi. "Segera beroperasi, setelah rapat sudah penentuan kuota impor, lalu menyurati Kementerian BUMN untuk penugasan PT Garam untuk kuota impor. Lalu, minggu-minggu itu satgas bisa jalan," pungkasnya.

Rekomendasi