Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjualan Offline Kebab Turki Baba Rafi Turun 40 Persen Akibat Pandemi

Penjualan Offline Kebab Turki Baba Rafi Turun 40 Persen Akibat Pandemi Kebab Turki Baba Rafi. ©2018 Merdeka.com/Azzura

Merdeka.com - Pandemi virus Covid-19 menciptakan tantangan bisnis tersendiri bagi pengusaha kuliner, tak terkecuali bagi Baba Rafi Enterprise yang bergerak di bidang food and beverage. Bahkan, CEO Kebab Turki Baba Rafi, Hendy mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 40 persen dari penjualan offlinenya.

"Karena beberapa store menutup operasi akibat mal tutup, kemudian dine in juga tidak diperbolehkan, dan Kontainer kebab itu tidak boleh beroperasi selama 24 jam hanya maksimal sampai jam 21.00 WIB malam. Sehingga pendapatan kita dari offline itu turun 40 persen," kata dia dalam webinar BNPB bertema Geliat Pengusaha Lokal Untuk Menembus Pasar Global Dalam Transisi Era Pandemi, Selasa (17/11).

Alhasil, perusahaan memutuskan segera untuk melakukan inovasi bisnis ke arah digital agar bisnis tak merugi. Menyusul lahirnya berbagai kebijakan pembatasan aktivitas orang yang di sisi lain justru merugikan pelaku bisnis secara konvensional.

"Ini online oportunity baru. Teman-teman usaha kuliner rumahan juga kini dalam bentuk virtual. Konsumen juga berubah kini lebih memilih untuk hidangan yang sudah siap melalui sosial media," paparnya.

Bahkan, kini perusahaan mengklaim mampu menutup biaya kerugian setelah melakukan proses tranformasi bisnis ke arah digitalisasi. Sehingga terlepas dari ancaman guling tikar.

"Di balik krisis ini ada peluang dari offline ke online, ada penjualan meningkat 6 kali lipat secara online. Ini mampu menutup biaya kerugian dari penjualan offline sebelumnya. Dan bisa menjaga kelangsungan usaha," tutupnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP