Pengganti SBY punya PR kurangi kesenjangan kaya-miskin
Merdeka.com - Indeks rasio Gini di Indonesia tetap di kisaran 0,41. Artinya, kesenjangan warga kaya dan miskin tetap lebar. Isu ini seharusnya tetap jadi perhatian calon presiden pengganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana di kantornya, Jakarta, Kamis (2/1). Dia menilai, ada beberapa strategi pembangunan yang tetap harus dipertahankan meski pemerintahan berganti.
Pertama, kelanjutan pembangunan infrastruktur dasar. Semisal jembatan, jalan, agar arus barang lancar. Pemerintahan baru nanti, juga tak boleh melupakan sanitasi dan penyediaan air bersih, karena lingkungan yang jorok, membuat masyarakat miskin keluar dana kesehatan besar.
"Isu kesenjangan ini memang sangat penting Satu adalah infrastruktur dan pelayanan dasar yang namanya dasar harus tuntas, dan harus bisa mencakup terutama kepada masyarakat miskin," kata Armida.
Kedua, pelayanan dasar sosial seperti pendidikan dan kesehatan. Investasi ini termasuk jangka panjang karena bisa meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil maupun terdidik.
"Terutama dua itu, pendidikan dan kesehatan. Harus beres," ujarnya.
Strategi ketiga, kebijakan ekonomi harus menyentuh langsung penduduk miskin. Sehingga wujud lapangan kerja yang dibuka, sebisa mungkin berkaitan dengan sektor pertanian, termasuk perikanan atau peternakan. Demikian pula pendekatan pembukaan lapangan kerja di kawasan miskin perkotaan.
Program yang ideal, kata Armida, seperti pembangunan infrastruktur desa yang menjadi bagian paket kompensasi BBM senilai Rp 7,2 triliun.
"Makanya kebijakan yang bisa sekaligus itu modelnya seperti paket pembangunan infrastruktur dasar, dia bisa menyelesaikan persoalan sekaligus, karena memberi uang sekaligus memperbaiki infrastruktur," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya