Penerbitan UPK Rp 75.000 Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Masyarakat

Rabu, 26 Agustus 2020 13:33 Reporter : Anisyah Al Faqir
Penerbitan UPK Rp 75.000 Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Masyarakat BI luncurkan uang baru pecahan 75.000. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan, Didyk Choiroel mengatakan, penerbitan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) tidak berhubungan dengan kondisi keuangan negara yang mengalami defisit akibat pandemi Covid-19.

Sebab, setiap tahunnya, Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk mengetahui jumlah uang beredar yang ada di masyarakat. "Tidak ada hubungannya (penerbitan UPK dengan kondisi keuangan negara)," kata Didyk dalam webinar bertajuk 'Ngobrolin Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75', Jakarta, Rabu, (26/8).

Dia menegaskan, penerbitan UPK tidak akan menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat, sebab UPK didapatkan masyarakat dengan cara menukar dengan uang yang nilainya sama. Sehingga tidak akan memengaruhi kondisi keuangan di masyarakat.

"Jadi tidak ada penambahan uang di masyarakat, karena ini sifatnya menggantikan," kata dia.

Didyk menjelaskan, dalam setiap penerbitan uang harus mengikuti kondisi fiskal, moneter dan jumlah uang beredar di masyarakat. Hal ini merupakan indikasi makro ekonomi yang bisa memengaruhi jumlah uang yang akan dipakai.

Baca Selanjutnya: Meskipun nilainya tetap sama namun...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini