Pemkab Tolikara Tetapkan Regulasi Kuat Dorong Pengembangan Pariwisata Tolikara dan PAD

Pemerintah Kabupaten Tolikara mengambil langkah strategis dengan menetapkan regulasi pendukung untuk mengakselerasi Pengembangan Pariwisata Tolikara, demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Bagaimana rencana induk ini akan diimplementasikan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Tolikara Tetapkan Regulasi Kuat Dorong Pengembangan Pariwisata Tolikara dan PAD
Pemerintah Kabupaten Tolikara mengambil langkah strategis dengan menetapkan regulasi pendukung untuk mengakselerasi Pengembangan Pariwisata Tolikara, demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Bagaimana rencana induk ini akan diimplementasikan? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan, telah mengambil inisiatif penting dengan menetapkan regulasi yang bertujuan untuk meningkatkan sektor pariwisata di wilayahnya. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tolikara. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Pemkab Tolikara dalam mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Tolikara, Imanuel Gurik, mengonfirmasi bahwa regulasi pendukung tersebut sudah tersedia. Pernyataan ini disampaikan di Wamena pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Regulasi ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan berkelanjutan di masa depan.

Adanya regulasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan kerangka kerja yang jelas untuk mengelola dan mengembangkan potensi pariwisata Tolikara. Dengan demikian, diharapkan sektor pariwisata dapat tumbuh secara signifikan, memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Tolikara ke kancah yang lebih luas.

Untuk memastikan Pengembangan Pariwisata Tolikara berjalan optimal, Pemkab Tolikara telah memiliki dua dokumen penting sebagai pedoman utama. Dokumen tersebut adalah Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dan Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW). Keberadaan RIPPDA dan RIPOW ini sangat krusial untuk memberikan arah yang jelas dalam pengelolaan sektor pariwisata.

Menurut Imanuel Gurik, dengan adanya RIPPDA dan RIPOW, pengembangan serta pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Tolikara dapat menjadi lebih terarah. RIPPDA sendiri berfungsi sebagai dokumen perencanaan strategis jangka panjang yang menjadi pedoman utama pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pariwisata. Ini mencakup visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan pariwisata secara menyeluruh.

Sementara itu, RIPOW merupakan dokumen perencanaan strategis yang disusun oleh dinas pariwisata daerah untuk mengatur arah kebijakan dan pengembangan destinasi wisata di suatu wilayah secara terpadu. Kedua dokumen ini saling melengkapi, memastikan setiap langkah pengembangan pariwisata di Tolikara didasarkan pada perencanaan yang matang dan terintegrasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memiliki rencana besar untuk mendorong sinergi festival budaya di delapan kabupaten, termasuk Tolikara. Inisiatif ini membuka peluang besar bagi Pengembangan Pariwisata Tolikara melalui kegiatan budaya yang menarik. Kolaborasi antar daerah diharapkan dapat menciptakan kalender acara yang lebih kaya dan menarik wisatawan.

Dalam konteks ini, Imanuel Gurik menekankan pentingnya mempersiapkan penyelenggaraan Festival Etnik Religi (FER) Tolikara dengan baik dan terencana. Persiapan ini harus berkolaborasi dengan rencana festival tingkat provinsi. FER Tolikara diharapkan dapat menjadi festival unggulan daerah yang dikenal luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Harapan ke depan, FER dapat dikenal luas tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga hingga mancanegara. Sinergi ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Papua Pegunungan. Dengan demikian, promosi pariwisata akan semakin efektif.

Festival Etnik Religi (FER) Tolikara direncanakan sebagai kegiatan perdana yang akan dilaksanakan dalam bentuk uji coba skala mini. Tahap awal ini merupakan langkah penting menuju Pengembangan Pariwisata Tolikara yang lebih besar dan terintegrasi. FER Tolikara dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026.

Uji coba skala mini ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan FER menjadi kegiatan tahunan yang lebih besar dan terintegrasi dengan kalender pariwisata daerah. Selain FER, Pemprov Papua Pegunungan juga akan menyelenggarakan Festival Danau Sentani (FDS) pada 3–5 Agustus dan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) pada 7–9 Agustus.

Rangkaian festival ini menunjukkan upaya serius pemerintah daerah dalam memanfaatkan kekayaan budaya sebagai daya tarik pariwisata. Melalui kegiatan-kegiatan ini, diharapkan Tolikara dan kabupaten lainnya di Papua Pegunungan dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang unik dan menarik, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi