Pemerintah resmi tak ubah harga BBM periode Oktober 2016

Jumat, 30 September 2016 19:13 Reporter : Hana Adi Perdana
Pemerintah resmi tak ubah harga BBM periode Oktober 2016 Antrean BBM. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan jika harga bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 1 Oktober 2016 tidak akan mengalami perubahan.

Seperti dilansir laman resmi Kementerian ESDM, terdapat 3 hal yang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk tidak mengubah harga BBM jenis tertentu dan jenis BBM khusus pelanggan.

"Di antaranya kemampuan keuangan negara, kemampuan daya beli masyarakat, dan ekonomi riil serta sosial masyarakat," kata Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/9).

Dengan demikian, minyak tanah tetap pada harga Rp 2.500 per liter, Minyak solar subsidi seharga Rp 5.150 per liter, bensin RON (premium) seharga Rp 6.450 per liter, Pertalite seharga Rp 6.900 per liter, Pertamax seharga Rp 7.350 per liter, dan Pertamax plus seharga Rp 8.250 per liter.

Meski begitu, pemerintah akan kembali melakukan evaluasi penetapan harga BBM pada Desember mendatang. Sesuai dengan perjanjian evaluasi setiap 3 bulan sekali.

Sebelumnya, Kementerian ESDM akan mengumumkan hasil evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar pada 3 Oktober mendatang. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang masih menetapkan harga Premium dan Solar setiap 3 bulan.

Direktur Jenderal Migas (Minyak dan Gas Bumi) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja memberi sinyal bahwa harga Premium akan turun dan Solar naik pada awal Oktober mendatang. Perubahan harga terjadi karena harga minyak dunia masih bertahan rendah.

"Akan ada sedikit perubahan. Premium turun dan Solar naik. Harga nanti kita diskusikan dulu ke Pak Menteri (Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan) nanti kebijakannya seperti apa," katanya saat di temui di gedung DPR, Senayan, Kamis (22/9).

Kenaikan harga Solar diprediksi sekitar Rp 300 sampai Rp 500 per liter. Namun, Wirat enggan memprediksi besaran harga Premium yang akan turun. "Kan harus tunggu tanggal 25 bulan ini dihitung totalnya jadi berapa," imbuhnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini