Pemerintah diminta evaluasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, ini sebabnya

Senin, 24 September 2018 10:41 Reporter : Anggun P. Situmorang
Pemerintah diminta evaluasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, ini sebabnya Kereta cepat Jakarta-Bandung. ©2017 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dinilai perlu mengevaluasi kembali rencana pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebab, proyek ini bukan merupakan salah satu proyek yang sangat mendesak dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono mengatakan, jarak tempuh antara Jakarta-Bandung yang hanya 142 Kilometer (Km) cukup pendek untuk pembangunan kereta cepat. Di negara lain, kereta cepat digunakan untuk jarak tempuh 400 Km.

"Saya sudah cari data yang menunjukkan kereta cepat diseluruh dunia apakah efisien pada jarak 142 Km. Di Jepang jarak Tokyo hingga Osaka 400 Km. Beijing hingga Shanghai 1.300 Km," ujar Tony di Yogyakarta, seperti ditulis Senin (24/9).

Evaluasi proyek ini juga dibutuhkan untuk menekan kebutuhan impor Indonesia yang saat ini cukup tinggi. Sehingga, ke depan neraca perdagangan tak lagi defisit seperti yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan.

"Belajar dari Perdana Menteri Malaysia, Mahatir kemarin, mereka ke China untuk menyetop proyek pembangunan kereta cepat. Karena dinilai belum dibutuhkan. Di Indonesia juga punya proyek semacam itu diragukan feasbilitynya," jelasnya.

Sebelumnya, Kemajuan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru mencapai 7,6 persen. Kereta Cepat pertama di Indonesia ini rencananya akan beroperasi pada pertengahan 2021.

"Progres sekarang sudah 7,6 persen, pembebasan tanah sudah 76 persen sehingga proyeknya di speed up," tutur Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tumiyana, di Gedung BEI, Senin (27/8).

Proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung ini masih terbilang normal. "Kami sudah draw down step satu jalan, berikutnya tinggal menyesuaikan kebutuhan. Proyek sekarang berjalan sesuai normal, nanti kira-kira di 2021 bisa selesai, nanti kita coba bareng-bareng," ujarnya.

Nilai investasi dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai Rp 82 triliun. "Sekarang kira-kira total investasinya Rp 82 triliun, ekuitasnya 20 persen, kita kebagian 38 persen, sisanya utang," kata dia.

"Jadi utang kita itu cuma Rp 61 triliun, grace periode 10 tahun, kita nyicil 40 tahun. Valuasinya Rp 360 triliun," pungkas dia. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini