Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah memulai persiapan penting untuk pembangunan tahap dua kantor Wali Kota Mataram. Lokasi pembangunan strategis ini berada di kawasan Jempong, Jalan Gajah Mada, yang diharapkan menjadi pusat pemerintahan yang modern dan representatif bagi masyarakat. Langkah awal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas publik dan pelayanan.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengungkapkan bahwa proses tender konsultan manajemen konstruksi akan segera dilaksanakan pada awal Januari 2026. Persiapan ini merupakan bagian krusial untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar kualitas yang diharapkan. Rencana Anggaran Belanja (RAB) proyek juga telah melalui proses peninjauan oleh Inspektorat daerah.
Pembangunan tahap dua ini direncanakan akan menelan anggaran yang signifikan, dengan alokasi sebesar Rp5,8 miliar untuk tender konsultan manajemen konstruksi dan Rp180 miliar untuk konstruksi fisik. Proyek ambisius ini diharapkan dapat dimulai paling lambat Juni 2026, menandai dimulainya fase krusial dalam pembangunan infrastruktur pemerintahan Kota Mataram.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Tender dan Alokasi Anggaran Tahap Dua
Dinas PUPR Kota Mataram secara aktif menyiapkan dokumen untuk pembangunan tahap dua kantor Wali Kota Mataram. Langkah awal yang diambil adalah pelaksanaan tender konsultan manajemen konstruksi yang dijadwalkan pada awal bulan Januari 2026. Proses ini penting untuk mendapatkan pengawasan teknis yang berkualitas selama masa konstruksi berlangsung.
Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk proyek ini juga telah selesai ditinjau oleh Inspektorat, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana. Untuk kegiatan tender konsultan manajemen konstruksi, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,8 miliar. Anggaran ini menunjukkan keseriusan dalam perencanaan dan pengawasan proyek.
Sementara itu, untuk konstruksi fisik Pembangunan Tahap Dua Kantor Wali Kota Mataram, anggaran yang disiapkan mencapai Rp180 miliar. Angka ini mencerminkan skala dan kompleksitas proyek yang akan dilaksanakan. Jika proses tender konsultan manajemen konstruksi berjalan lancar, kegiatan fisik ditargetkan dapat dimulai paling lambat pada bulan Juni 2026.
Advertisement
Advertisement
Rencana Pembangunan Multiyears dan Fasilitas Baru
Pelaksanaan Pembangunan Tahap Dua Kantor Wali Kota Mataram akan menggunakan sistem multiyears, dengan target penyelesaian hingga tahun 2028. Pendekatan ini memungkinkan proyek besar dapat dikelola secara bertahap dan berkelanjutan. Skema multiyears juga memberikan fleksibilitas dalam alokasi anggaran dan pelaksanaan pekerjaan yang kompleks.
Dengan anggaran konstruksi sebesar Rp180 miliar, berbagai fasilitas penting akan dibangun. Kegiatan ini meliputi pembangunan sayap kiri dan kanan gedung yang akan berfungsi sebagai ruang kerja tambahan. Penambahan ruang kerja ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus berkembang.
Selain itu, proyek ini juga akan mencakup pembangunan musala dan fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk menunjang kenyamanan dan efisiensi kerja para pegawai serta pelayanan publik. Pembangunan ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih modern dan fungsional bagi seluruh jajaran pemerintahan Kota Mataram.
Advertisement
Advertisement
Kantor "Bale Mentaram" Tahap Pertama Telah Berfungsi
Sebelum memulai Pembangunan Tahap Dua Kantor Wali Kota Mataram, tahap pertama pembangunan gedung kantor telah tuntas dikerjakan. Gedung ini kini dikenal dengan sebutan "Bale Mentaram" atau rumah Mataram, yang selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2025. Penamaan ini juga untuk menghidupkan kearifan lokal.
Serah terima pekerjaan tahap pertama telah dilakukan pada 29 Desember 2025, dengan sisa waktu dua hari digunakan untuk pembersihan material bangunan. Ini menunjukkan efisiensi dan komitmen kontraktor dalam menyelesaikan proyek tepat waktu. Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram bahkan telah melakukan uji coba fasilitas.
Uji coba tersebut mencakup fungsi lift, AC, dan fasilitas lainnya untuk memastikan semuanya beroperasi dengan baik. Mulai bulan Januari 2026, gedung "Bale Mentaram" sudah bisa difungsikan sepenuhnya. Saat ini, pemerintah Kota Mataram tengah menunggu kebijakan kepala daerah mengenai OPD mana yang akan menempati gedung baru tersebut terlebih dahulu.
Advertisement
Sumber: AntaraNews