Pembangunan Dikebut, Infrastruktur RI Masih Saja Tertinggal dari Negara Lain

Rabu, 2 Oktober 2019 14:47 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Pembangunan Dikebut, Infrastruktur RI Masih Saja Tertinggal dari Negara Lain Darmin Nasution. ©2019 Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) mencatat peringkat Indonesia dalam pembangunan infrastruktur dunia mengalami kenaikan pada 2018. Indonesia saat ini tercatat berada pada peringkat ke 52 pada 2018 atau naik 30 peringkat dari posisi sebelumnya pada 2010.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebutkan, meski peringkat sudah naik namun pencapaian tersebut masih belum memuaskan. Bahkan, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lainnya.

"Setelah terjadi kenaikan tingkat infrastruktur, tentu capaian tersebut sangat memengaruhi kinerja logistik. Tampak indeks logistik perform kita membaik cukup signifikan antara 2010-2018. Meski begitu tentu saja kita masih perlu membangun infrastruktur baru karena belum cukup," kata Menko Darmin, di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (2/10).

Menko Darmin memaparkan data World Bank, pada 2012 stok aset infrastruktur Indonesia hanya sebesar 38 persen dari PDB, jauh di bawah rata-rata global sebesar 70 persen PDB. Saat ini pemerintah berupaya untuk membuat transformasi ekonomi melalui percepatan pembangunan infrastruktur.

"Kami mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional meliputi (PSN) dan Proyek Prioritas," ujarnya,

Menko Darmin menegaskan pembangunan infrastruktur logistik harus terus dibangun. Misalnya jalan, bandara, dan pelabuhan.

1 dari 1 halaman

Infrastruktur Dibangung Jokowi Setara 20 Tahun Sebelumnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan infrastruktur yang dibangun selama pemerintahan Jokowi-JK lebih banyak dibanding 20 tahun sebelumnya. Terutama infrastruktur di sektor transportasi.

"Kita sudah bangun infrastruktur secara besar-besaran secara cepat sehingga apa yang kita bangun 4 - 5 tahun terakhir ini hampir sama bahkan lebih besar dari transportasi yang dibangun 20 tahun sebelumnya," kata dia dalam acara Hari Perhubungan Nasional yang digelar Kemenhub, di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (14/9).

Dia menyebutkan infrastruktur baik jalan, pelabuhan, bandara, bendungan dan sebagainya merupakan bagian dari suatu tema besar. Semua itu erat kaitannya dengan perhubungan atau transportasi di Tanah Air.

Dia mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki 223 Proyek Strategis Nasional (PSN). 80 di antaranya sudah rampung pada bulan Agustus kemarin.

Dia optimis di akhir tahun nanti jumlah pembangunan infrastruktur yang rampung akan bertambah lebih banyak lagi.

"Mungkin tidak 100 persen dari 223 itu akan selesai sampai dengan akhir tahun, tapi sebagian besar ya akan selesai," tutupnya. [idr]

Baca juga:
PR Infrastruktur Masih Menumpuk Jelang Berakhirnya Pemerintahan Jokowi-JK
Akhir 2019, KCIC Optimistis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Setengah Selesai
Proyek Tol Cigatas Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Garut
Jokowi Suntik Modal Hutama Karya Rp10,5 Triliun untuk Bangun Tol Trans Sumatera
Menteri Rini: Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Selesai 50 Persen di 2019
Puja-Puji Menteri Rini ke China saat Bangun Kereta Cepat Jakarta - Bandung

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini