Organda: banyak perusahaan taksi konvensional gulung tikar

Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mengatakan, sejak menjamurnya taksi berbasis aplikasi, membuat sejumlah perusahaan taksi konvensional merugi hingga memutuskan untuk menutup usahanya..

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Organda: banyak perusahaan taksi konvensional gulung tikar
Demo sopir taksi. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mengatakan, sejak menjamurnya taksi berbasis aplikasi, membuat sejumlah perusahaan taksi konvensional merugi hingga memutuskan untuk menutup usahanya.

Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mengatakan, sejak menjamurnya taksi berbasis aplikasi, membuat sejumlah perusahaan taksi konvensional merugi hingga memutuskan untuk menutup usahanya., dalam diskusi Pas FM, Jakarta, Rabu (19/10).

Ateng menilai, hal ini dikarenakan tarif yang dipasang oleh taksi online, seperti GrabCar, Taksi Uber dan lainnya terlalu murah. Akibatnya, masyarakat lebih memilih untuk menggunakan moda transportasi ini dibanding taksi konvensional.

Menurutnya, keberadaan taksi online ini sudah menyalahi aturan. Sebab, perusahaan IT seharusnya tidak bisa berubah menjadi perusahaan angkutan umum.

Sehingga, jika dibiarkan begitu saja, taksi online bisa menghentikan perusahaan yang sudah menjalankan aturan dari pemerintah.

"Yang ada angkutan sewa berbasis aplikasi, jalan saja tapi yang jadi persoalan di platform aplikasi ini. Mereka sebut dirinya perusahaan IT, kalau perusahaan IT enggak boleh jadi perusahaan angkutan umum, tidak boleh rekrut pengemudi dan tentukan tarif," ujarnya.

Rekomendasi