Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengambil langkah strategis untuk memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Indramayu. Inisiatif ini bertujuan utama mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya yang berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi erat antara OJK Cirebon, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) menjadi kunci utama program ini.
Penguatan program KUR ini dibahas dalam sebuah audiensi penting yang melibatkan Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, bersama perwakilan pemerintah daerah dan pimpinan LJK di Indramayu. Audiensi tersebut berfungsi sebagai forum vital untuk menyelaraskan berbagai kebijakan dan langkah konkret. Tujuannya adalah memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Langkah ini sangat relevan mengingat pentingnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan penguatan penyaluran KUR, diharapkan UMKM di Indramayu dapat semakin berkembang. Ini juga menjadi respons cepat terhadap kebutuhan pembiayaan yang meningkat pasca banjir yang melanda Indramayu pada Januari 2026.
Advertisement
Advertisement
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan bahwa kolaborasi adalah fondasi utama dalam memperkuat penyaluran KUR. Melalui sinergi antara OJK, Pemkab Indramayu, TPAKD, dan LJK, diharapkan akses pembiayaan bagi UMKM dapat semakin mudah dan merata. Audiensi yang telah dilaksanakan menjadi bukti komitmen bersama untuk mencapai tujuan tersebut.
Hingga 30 November 2025, capaian penyaluran KUR di Kabupaten Indramayu telah menunjukkan angka yang signifikan. Total penyaluran mencapai Rp1,28 triliun, dengan jumlah debitur sebanyak 28.294 orang. Angka ini mencerminkan tingginya minat dan kebutuhan UMKM terhadap fasilitas pembiayaan ini.
Selain KUR, penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) di Indramayu juga tercatat impresif, mencapai Rp3,8 triliun. Jumlah ini setara dengan sekitar 19 persen dari total penyaluran KMK di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Data ini menegaskan bahwa KUR dan KMK masih menjadi instrumen pembiayaan utama bagi UMKM di Indramayu.
Advertisement
Capaian tersebut membuktikan efektivitas program dalam menjaga keberlangsungan usaha serta meningkatkan skala bisnis para pelaku UMKM. OJK terus mendorong perbankan dan LJK lainnya untuk berperan aktif dalam memperluas akses pembiayaan ini. Tujuannya adalah memastikan bahwa lebih banyak UMKM dapat memanfaatkan peluang untuk berkembang.
Advertisement
Peran aktif perbankan dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya sangat strategis dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi sektor-sektor unggulan daerah. Sektor-sektor ini merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat Indramayu. OJK mengidentifikasi beberapa sektor penting yang perlu didukung secara optimal.
Sektor unggulan tersebut meliputi pertanian, perikanan tangkap, usaha garam, dan industri kreatif batik complongan. Dukungan pembiayaan yang tepat sasaran pada sektor-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
OJK Cirebon secara konsisten mendorong LJK di wilayah Indramayu untuk mengoptimalkan penyaluran KUR yang berkualitas. Optimalisasi ini harus disertai dengan edukasi dan literasi keuangan yang memadai. Tujuannya adalah agar pembiayaan yang diterima UMKM dapat dimanfaatkan secara sehat dan produktif, menghindari risiko gagal bayar.
Advertisement
Edukasi keuangan menjadi krusial agar pelaku UMKM memahami manajemen keuangan yang baik, penggunaan dana yang efektif, serta kewajiban pembayaran. Dengan demikian, program penyaluran KUR tidak hanya sekadar memberikan modal, tetapi juga membangun kapasitas UMKM untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Advertisement
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasinya dan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya penguatan penyaluran KUR. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, dan UMKM sangat membutuhkan dukungan pembiayaan yang mudah diakses dan cepat. Namun, prinsip kehati-hatian tetap harus menjadi prioritas dalam setiap proses penyaluran.
Dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan penyaluran KUR dianggap sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program literasi dan inklusi keuangan. Program ini akan dilaksanakan bersama OJK dan LJK hingga ke tingkat kecamatan dan desa, memastikan jangkauan yang luas.
Situasi terkini di Indramayu, khususnya pasca banjir yang melanda pada Januari 2026, semakin memperkuat urgensi penguatan KUR. Banjir tersebut berdampak signifikan pada sekitar 11.000 hektare tambak, meningkatkan kebutuhan pembiayaan bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM. Pemulihan ekonomi pasca bencana menjadi prioritas.
Advertisement
Oleh karena itu, penguatan penyaluran KUR dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung pemulihan usaha masyarakat secara cepat dan terukur. Pembiayaan ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM, khususnya di sektor perikanan, untuk bangkit kembali dan melanjutkan usahanya setelah terdampak bencana alam.
Sumber: AntaraNews