Normalisasi Sungai Hingga Bangun Bendungan Jadi Fokus PUPR Tangani Banjir

Jumat, 3 Januari 2020 10:57 Reporter : Dwi Aditya Putra
Normalisasi Sungai Hingga Bangun Bendungan Jadi Fokus PUPR Tangani Banjir Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. ©2020 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membeberkan beberapa pekerjaan yang dilakukan untuk menanggulangi banjir di DKI Jakarta. Seperti diketahui, curah hujan berlangsung pada 31 Desember sampai dengan 1 Januari 2020 membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir.

"Kalau kami tetap tugasnya , pertama ini kan bagian hulu, tengah dan hilir," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1).

Basuki menyebut, untuk bagian hulu pihaknya tetap fokus meneruskan sejumlah pembangunan bendungan. Untuk tahun ini, dia menargetkan pembangunan bendungan yang ada di daerah Bogor akan selesai mengingat pembebasan lahan sudah hampir 100 persen.

"Bendungan kita percepat tahun ini akan bisa jadi karena tanah sebagian besar bebas sudah 90 persen lebih, di Sukamahi dan Ciawi," katanya.

Dia melanjutkan untuk bagian tengah atau biasa disebut dengan normalisasi masih akan terus dikerjakan. Pelebaran terhadap kali-kali yang ada di Jakarta pun juga terus dilakukan agar menampung air lebih banyak.

"Seperti sekarang itu Kelapa Gading kan sudah enggak kebanjiran jadi itu tetap pemprov itu tugasnya membebaskan lahan. Kami membangun itu kolaborasi," jelas dia.

Upaya terakhir, dilakukan Kementerian PUPR yakni terus melakukan pembangunan sodetan untuk Sungai Ciliwung ke arah Banjir Kanal Timur (BKT). Diharapkan apabila itu selesai dilakukan maka debit air bisa mencapai 60 kubik per detik.

"Itu akan membantu sekali mengurangi debit banjir," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Penyebab Banjir

rev1

Basuki menyebut penyebab banjir Jakarta karena belum optimalnya pembangunan prasarana pengendalian banjir. Di mana, sejak 2017, belum dapat dilakukan normalisasi pada keempat sungai karena terkendala pembebasan lahan.

Empat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang juga menjadi lokasi terparah banjir Jakarta antara lain Sungai Krukut, Sungai Ciliwung, Sungai Cakung, dan Sungai Sunter. Pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah untuk dapat mengantisipasi datangnya banjir lanjutan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Untuk penanganan darurat bersama pihak terkait, telah difungsikan pompa, karung pasir, bronjong dan tanki air agar kawasan dan prasarana publik terdampak dapat segera berfungsi kembali," jelas Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1).

Pada keempat sungai tersebut kini dilakukan upaya pengendalian banjir. Seperti Program Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung yang sudah ditangani 16 km dari rencana keseluruhan 33 km.

Dari pengamatan aerial pada Rabu (1/1) pukul 15.0016.30 WIB, tampak bahwa area sekitar sungai yang telah dilakukan normalisasi sungai relatif aman. Sedangkan, pada area sekitar sungai yang belum dilakukan normalisasi dalam kondisi tergenang banjir (semisal di Bidara Cina).

"Demikian halnya pada Sungai Cipinang yang belum dinormalisasi, area sekitar juga tergenang banjir," ucap Basuki.

Di hulu Sungai Ciliwung juga tengah dilaksanakan pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi dengan progres pembebasan tanah di atas 90 persen dan progres fisik saat ini mendekati 45 persen. Kedua bendungan tersebut direncanakan selesai pada akhir 2020.

Untuk percepatan pelaksanaan Sodetan Sungai Ciliwung dari Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang, telah diajukan perbaikan penetapan lokasi (penlok) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) CiliwungCisadane Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR ke Gubernur DKI pada 26 Desember 2019.

"Masyarakat setempat telah menyetujui pemanfaatan lahan untuk kelanjutan pembangunan sodetan sepanjang 600 meter dari keseluruhan 1.200 meter," ujar Menteri Basuki.

Sementara untuk pengendalian banjir Kota Bekasi dan sebagian Kabupaten Bekasi, Kementerian PUPR sudah membuat Perencanaan Pengendalian Banjir Kali Bekasi, di mana pada 2020 akan dilakukan Value Engineering terhadap perencanaan tersebut dan segera ditindaklanjuti dengan pekerjaan fisik konstruksinya. [azz]

Baca juga:
Banjir Jakarta Bukan Hanya Karena Faktor Alam
Panglima TNI Hingga Kapolri Pantau Gardu Induk PLN Kembangan Terendam Banjir
Data BNPB: 43 Orang Tewas Akibat Banjir Sejabodetabek
Korban Banjir Bandang di Lebak Kesulitan Bersihkan Lumpur: Cangkul Saja Terbawa Air
Busway Terdampak Banjir, Beberapa Koridor Transjakarta masih Tutup dan Dialihkan
Tips Jitu Bengkel CARfix untuk Penanganan Pertama Mobil Terendam Banjir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini