Modal Rp 1,28 triliun, Singapura bakal bangun kilang di Batam
Merdeka.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) bersama dengan PT Enerco RPO Internasional selaku investor asal Singapura dan PT Kabil Citranusa selaku pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil, guna membangun kilang di Batam dengan jumlah investasi mencapai USD 98 juta atau sekitar Rp 1,28 triliun.
Melalui Program Klik (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), BP Batam akan memfasilitasi semua proses perizinan yang dibutuhkan Enerco agar dapat segera melaksanakan konstruksi pembangunan Kilang TDAE (Treated Distillate Aromatic Extract) di Batam. Sementara itu, proses pengurusan dokumen tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Sudah terlalu lama Batam tidak begitu menarik untuk investor. Dengan upaya yang dilakukan selama 7 bulan terakhir, kami percaya bahwa kita telah menempuh jalur yang benar. Kita percaya bahwa Batam adalah kawasan menarik bagi pengembangan usaha. Kalau itu sudah mulai ditunjukkan dengan MoU pada hari ini," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Senin (19/9).
Darmin menambahkan, investasi yang dilakukan terdiri dari biaya investasi dan modal kerja yang sepenuhnya didukung oleh investor swasta nasional. Pekerjaan engineering telah dimulai sejak Oktober 2015 sehingga pekerjaan pengadaan barang dan konstruksi diharapkan dapat segera dimulai dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2017.
Kilang TDAE sendiri ini akan dibangun di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam di atas lahan seluas 2,3 hektar. Lokasi Kilang di Batam ini secara geografis sangat strategis di mana armada tanker akan dipersiapkan langsung dari Batam ke wilayah Indonesia dan negara tujuan ekspor di Singapura, China, Korea, Jepang dan India.
Kilang TDAE ini juga dirancang dengan kapasitas produksi lebih dari 100.000 ton TDAE per tahun. Investasi ini menggunakan teknologi berbasis Hak Paten Proses yang dimiliki oleh perusahaan swasta nasional bekerjasama dengan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia.
Selain itu, PT Enerco bekerjasama dengan beberapa perusahaan engineering dan manufacturing asal Eropa untuk pembangunan kilang TDAE ini. Darmin berharap, PT Enerco mampu menarik Investor asal Singapura lainnya untuk bermitra di Indonesia khususnya Batam.
"Semua akan ada investor dari Singapura lagi yang mau bermitra dengan kita. Saat ini Walau baru menandatangani mou investor udah pada datang. Kita ingin mewujudkan batam yang efisien dan kondusif untuk investasi," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya