Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Trenggono: Saya Akan Maksimalkan Pengembangan Lobster Dalam Negeri

Menteri Trenggono: Saya Akan Maksimalkan Pengembangan Lobster Dalam Negeri Lobster. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menggenjot pengembangan budidaya lobster dalam negeri. Tujuannya untuk mendukung kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan menjaga keberlanjutan biota laut tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, budidaya lobster tersebut akan menjadi tanggung jawab Ditjen Perikanan Budidaya, KKP.

"Khususnya untuk lobster saya akan all-out bahwa ini harus dikembangkan di dalam negeri," kata Trenggono di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (20/1).

Saat ini telah dilakukan panen lobster di keramba jaring apung Sumberkima yang dikelola PT Lautan Berkah Perkasa (LBP) jumlahnya mencapai 300 kilogram. Ukuran lobster tersebut mencapai 200-300 gram per ekor.

Hasil panen lobster jenis pasir serta mutiara ini akan langsung diekspor ke China. Ekspor perdana lobster hasil budidaya ini akan dilakukan dengan sistem kandang tenggelam (Submerged cages).

Trenggono menjelaskan, panen parsial ini merupakan kedua kalinya sejak budidaya dilakukan setahun lalu. Panen sebelumnya Desember 2020 dengan hasil 200 kilogram.

Keberhasilan budidaya lobster di Desa Sumberkima harus diikuti di daerah lain. Sebab Indonesia memiliki banyak benih yang merupakan modal utama untuk mengembangkan budidaya.

"Ini satu bukti menurut saya. Tadi saya sudah pegang ada yang beratnya satu kilogram lebih dan itu waktu budidayanya satu tahun. Ada juga yang empat bulan bisa panen dan menghasilkan," kata dia.

Harap Sinergi

Dia berharap semua pihak bersinergi mengembangkan budidaya lobster ini. Sebab, selain manfaat ekonomi dan keberlanjutan yang diperoleh, budidaya lobster dalam negeri akan menekan angka penyelundupan benur yang masih terjadi sampai sekarang.

"Semua pihak harus bisa mendukung supaya jangan ada lagi penyelundupan BBL, semua harus bisa dibudidayakan di dalam negeri," jelasnya.

Selain meninjau proses panen dan berbincang dengan pelaku budidaya, Menteri Trenggono juga melepas-liarkan dua persen lobster hasil panen ke laut di sekitar perairan Desa Sumberkima sebagai upaya menjaga keberlanjutan.

"Keseimbangan alam juga dijaga dengan melakukan restocking atau pelepasliaran ini," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP