Menperin sebut 3 industri siap beli gas blok abadi Masela

Senin, 12 Juni 2017 15:02 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Menperin sebut 3 industri siap beli gas blok abadi Masela airlangga hartarto. ©blogspot.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan ada tiga industri yang akan menggunakan gas dari Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku Utara. Tiga industri itu tengah menunggu titik lokasi dan waktu pembangunan kilang untuk kemudian menentukan lokasi pabrik mereka.

"Kalau potensi sudah ada. Pabrik pupuk, methanol dan pabrik yang memproduksi dimetyl ether, ini gasnya dari Masela," katanya seperti dikutip dari Antara di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (12/6).

Methanol atau methyl alkohol adalah produk industri hulu petrokimia yang merupakan turunan dari gas alam. Methanol digunakan oleh berbagai industri seperti industri plywood, tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida juga dipakai sebagai pelarut, bahan pendingin dan bahan baku perekat.

Sementara, dimetyl ether dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar elpiji dan dapat dimanfaatkan langsung untuk sektor industri, transportasi dan rumah tangga.

Menteri Airlangga menuturkan calon pembeli gas Masela itu masih mengkaji harga gas dan lokasi kilang termasuk waktu operasi sehingga perjanjian jual beli gas (PJBG) belum akan ditandatangani dalam waktu dekat.

"Pembeli kan tergantung dari harga dan 'delivery point' dan waktunya kapan. Dibicarakan dulu baru kita bicara PJBG," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan PT PLN (Persero) Iwan Supangkat mengatakan pihaknya akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) untuk menyokong kebutuhan listrik industri tersebut.

Menurut dia, kebutuhan listrik untuk tiga industri sebesar 300 MW sementara kebutuhan gasnya mencapai 60 MMSCFD.

"Untuk industri pupuk dan sebagainya itu 300 MW. Kalau industri yang beroperasi 'baseload' itu biasanya kira-kira butuh 60 MMSCFD," katanya.

Kendati demikian, Iwan mengaku belum tahu kapan pembangunan PLTGU bisa dilakukan lantaran industrinya juga belum terbangun. Ia juga mengaku nantinya PLN bisa saja menggandeng pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

"Tergantung nanti industrinya, 2023 mungkin. Tergantung kapan selesainya saja, kan disinkronkan," katanya.

Sebelumnya, pemerintah berharap PJBG antara Inpex dengan industri calon penyerap gas dari Blok Masela bisa dilakukan dalam waktu cepat.

Hal itu diperlukan agar Inpex bisa segera melakukan kajian awal konfigurasi kilang atau Preliminary Front End Engineering Design (Pre FEED). Jika pembeli gas sudah ada, maka kapasitas final kilang LNG bisa ditentukan. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini