Menko Airlangga Ingatkan Dunia Usaha soal Ancaman Siber dan Korupsi

Kamis, 18 Agustus 2022 20:45 Reporter : Merdeka
Menko Airlangga Ingatkan Dunia Usaha soal Ancaman Siber dan Korupsi Menko Airlangga. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengingatkan dunia usaha terhadap tantangan yang ada saat ini. Misalnya, potensi kejahatan siber dan korupsi akibat tata kelola yang kurang baik.

Menko Airlangga menyebut, di tengah masa pemulihan ke depan, masih ada ancaman yang sejalan dengan transformasi digital. Maka, perlu dilakukan satu langkah antisipasi dari sisi kegiatan bisnis.

"Di dalamnya ada fraud, cybercrime, dana kejahatan lainnya, ini terjadi di dalam iklim keuangan yang tak stabil dan juga ada hal-hal yang berkaitan dengan upaya untuk menangani krisis ini," kata dia dalam Dialog B20-G20, Kamis (18/8/).

Selama pandemi, Menko Airlangga melihat adanya percepatan terhadap transformasi teknologi. Ini juga sejalan dengan semakin canggihnya kejahatan yang mengancam dunia usaha.

"Selama ini kita melihat, yang penting bagi dunia usaha untuk melakukan asesmen ulang dan mengambil langkah menghadapi korupsi dan perusahaan harus menjalankan tata kelola dan praktik yang baik, serta melaporkan secara transparan," paparnya.

Di sisi lain, Menko Airlangga mengingatkan soal kemitraan. Dalam menghadapi ancaman ini memang perlu dilakukan secara kolaboratif. Artinya, seluruh pihak perlu melakukan hal yang sama mengantisipasi ancaman.

"Dengan kolaborasi kita bisa lawan praktik korupsi dan merespons keberlanjutan," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Upaya Global

Menko Airlangga mengingatkan peran global dalam menekan berbagai potensi kejahatan yang ada. Misalnya dengan berbagi data antar negara.

Tujuannya untuk bisa memitigasi adanya aliran dana kejahatan pencucian uang. Ini sejalan juga dengan upaya Indonesia menjadi anggota tetap Financial Action Task Force (FATF).

"Kita perlu mendukung para anggota G20 untuk aliran data lintas batas, ini dilakukan dalam prinsip kepercayaan dan transparansi dan juga saling timbal balik yang baik," ujar dia.

Jika hal ini bisa dicapai, Indonesia dan semua negara di dunia bisa menyambut digitalisasi global secara lebih baik. Dia juga menyebut ini jadi salah satu upaya transformasi struktural yang digenjot pemerintah.

"Indonesia akan fokus kesini, termasuk juga akuntabilitas bagi sektor publik dan swasta. saya percaya dibawah Presidensi G20 indonesia dan para kolega mampu mencapai sesuatu yang nyata," bebernya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Era Digitalisasi, SDM Keamanan Siber Begitu Dibutuhkan
Kemenkumham: Serangan Siber ke Objek Vital jadi Senjata era Modern Warfare
Kolaborasi Genjot SDM Keamanan Siber
ASEAN-Jepang Sepakat Perkuat Keamanan Siber Kawasan
Multipolar Technology Tawarkan Sistem Keamanan Siber Berbasis Machine Learning Cortex

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini