Menkeu Purbaya Beri Pesan ke Anak Muda: Jangan FOMO Berinvestasi, Kalau Belanja Jangan Ngutang

Dia menekankan pentingnya menganalisis instrumen yang ingin dijadikan investasi.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Menkeu Purbaya Beri Pesan ke Anak Muda: Jangan FOMO Berinvestasi, Kalau Belanja Jangan Ngutang
Menkeu Purbaya Beri Pesan ke Anak Muda: Jangan FOMO Berinvestasi, Kalau Belanja Jangan Ngutang (Merdeka.com)

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan anak muda untuk tidak asal ikut-ikutan atau FOMO (fear of missing out) dalam berinvestasi. Dia mengatakan anak muda harus terlebih dahulu mempelajari secara detail sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

"Jadi kalau mau berinvestasi ya, di instrumen apapun, pelajari instrumen itu apa. Jangan ikut-ikutan orang, jangan FOMO apa, fear of missing out," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9).

Dia menekankan pentingnya menganalisis instrumen yang ingin dijadikan investasi. Purbaya meyakini para anak muda akan sukses berinvestasi apabila menjalankan hal-hal tersebut.

"Pelajari instrumennya apa, mereka pasti berhasil," ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya juga mengingatkan para perempuan untuk menyesuaikan anggaran yang dimiliki apabila ingin belanja. Dia mempersilakan anak muda berbelanja apapun, asalkan jangan berutang.

"Belanja nggak apa-apa, belanja mau yang mahal, mau yang murah, tapi sesuaikan dengan kantong Anda sendiri. Jangan ngutang," tutur Purbaya.

Amanah Tidak Ringan Jadi Menkeu

Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Hal itu ditandai dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9).

Dalam sambutannya, Purbaya menyebut momen tersebut sebagai titik penting dalam perjalanan pengabdiannya untuk bangsa.

Ia mengaku sangat terhormat mendapat kepercayaan dari Presiden untuk memimpin kementerian strategis yang mengurusi fiskal negara.

"Hari ini adalah momen yang penuh makna bagi saya pribadi, sekaligus bagi kita semua, karena menandai dimulainya babak baru pengabdian saya di Kementerian Keuangan. Saya merasa sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, jabatan ini bukan hanya soal tanggung jawab teknis, tetapi juga amanah besar untuk menjaga kepercayaan publik.

Purbaya menegaskan dirinya siap bekerja keras untuk melanjutkan peran fiskal sebagai instrumen menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti tantangan berat yang tengah dihadapi perekonomian dunia. Ia menyebut geopolitik, perkembangan teknologi, serta isu perubahan iklim sebagai faktor eksternal yang harus diantisipasi dengan serius.

"Amanah ini tidak ringan karena dunia dihadapkan tantangan  yang semakin kompleks, baik dari sisi geopolitik, teknologi maupun perubahan iklim," katanya.

Rekomendasi