Mengukur tingkat keamanan kartu kredit di Indonesia

Sabtu, 5 Desember 2015 10:06 Reporter : Novita Intan Sari
Mengukur tingkat keamanan kartu kredit di Indonesia Ilustrasi ATM dan kartu Kredit. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kartu kredit yang baru beredar sudah ditanam chip di dalamnya. Memang jadi lebih aman, tapi bukan berarti kebal pembobolan. Di Indonesia kasus pembobolan kartu kredit sudah tak terhitung, mulai pembobolan kartu kredit hitungan jutaan sampai dengan ratusan juta.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Darmadi Sutanto mengatakan kurangnya sosialisasi dari perbankan kepada masyarakat pengguna kartu kredit juga menjadi pemicu kasus-kasus tersebut bermunculan. Dengan adanya aturan Bank Indonesia sejak awal tahun bahwa perbankan mewajibkan pemberian PIN 6 digit dapat meminimalisir kejahatan tersebut.

"Kalau di luar negeri belum semuanya menggunakan chip, sementara di Indonesia juga begitu, tetapi malah penggunaan kartu kredit di luar negeri tidak aman. Di Indonesia sendiri kejahatan kartu kredit sudah turun 30 persen setelah penggunaan kartu kredit menggunakan chip," ujar dia kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (5/12).

Sementara Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, penggunaan electronic banking, perbankan paling banyak menanggung kerugian dari penggunaan kartu kredit. Sepanjang semester I tahun ini, penggunaan kartu kredit menyumbang 73,14 persen kerugian bank.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis memaparkan, dalam beberapa periode terakhir jumlah nasabah, frekuensi dan nilai transaksi electronic banking di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan. Frekuensi penggunaan electronic banking meningkat dari 3,79 miliar pada 2012, 4,73 miliar di 2013, dan 5,69 miliar pada 2014.

Sedangkan volume penggunaan electronic banking meningkat mulai dari Rp 4.441 triliun pada 2012, Rp 5.495 triliun di 2013, dan Rp 6.447 triliun pada 2014.

"Sejalan dengan tingginya pertumbuhan penggunaan electronic banking, perbankan juga harus mensosialisasikan fasilitas yang ada di dalamnya. Perlu ada edukasi untuk nasabah. Tujuannya meminimalisir kerugian yang timbul dari penggunaan electronic banking," jelas Irwan. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini