Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menanti Indonesia Kembangkan Vaksin Virus Corona

Menanti Indonesia Kembangkan Vaksin Virus Corona Virus Corona di Wuhan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong BUMN farmasi, yakni Bio Farma untuk mengembangkan vaksin virus corona dalam rangka mencegah penyebaran wabah virus tersebut.

"Yang pasti BUMN farmasi yakni Bio Farma akan (didorong) untuk siap membuat vaksin dan kalau sudah ada akan mereka coba," kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga dikutip Antara.

Nantinya, Bio Farma akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset kesehatan dan vaksin, baik tingkat nasional maupun internasional. Seperti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandriyo mengatakan bahwa memang sudah pernah ada pembicaraan dengan PT Bio Farma berkenaan dengan pengembangan vaksin corona. Namun hingga saat ini belum banyak perkembangan.

"Saat ini belum banyak perkembangan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, tengah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Purwanto terkait kemungkinan untuk meneliti sampel virus corona untuk membuat vaksinnya.

"Selama ini belum ada kasus di Indonesia, jadi kami tidak bisa mendapatkan sampelnya. Sekarang sudah ada, dan sekarang saya lagi berkoordinasi dengan bapak Menteri (Kesehatan) agar kami mungkin akan diberi kesempatan untuk meneliti sampel tersebut," kata Honesti.

Butuh Waktu Lama

lamaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seluruh dunia tengah menantikan vaksin virus corona baru atau yang dikenal sebagai 2019-nCOV dalam waktu enam bulan ke depan. Saat ini, Universitas Queensland (UQ) Australia mengembangkan vaksin menggunakan teknologi baru.

Bekerja sama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Wakil Rektor dan Presiden UQ, Peter Høj AC, menyampaikan, wabah virus corona Wuhan merupakan tantangan yang signifikan bagi masyarakat internasional.

"Ada banyak yang masih belum diketahui mengenai seberapa mudah virus corona dapat ditularkan antar manusia. Bersama CEPI, Universitas Queensland menggunakan teknologi (pembuatan) vaksin untuk menangani tantangan kesehatan global ini," tutur Peter melalui keterangan resmi di laman The University of Queensland Australia.

Head of University's School of Chemistry and Molecular Biosciences, Paul Young menambahkan, Universitas Queensland punya teknologi baru untuk membuat vaksin baru secara cepat berdasarkan pengetahuan informasi urutan genetik virus.

"Kami berharap mengembangkan vaksin virus corona selama enam bulan ke depan, sehingga dapat digunakan untuk membantu mengatasi wabah ini," lanjutnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP