Melantai di Bursa Saham, Lion Air Dikabarkan Incar Dana Segar Rp14,14 Triliun

Kamis, 10 Oktober 2019 15:29 Reporter : Merdeka
Melantai di Bursa Saham, Lion Air Dikabarkan Incar Dana Segar Rp14,14 Triliun Pesawat Lion Air. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Lion Mentari atau yang dikenal dengan Lion Air akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) (initial public offering/IPO) pada tahun ini. Dengan IPO, maka hal ini dapat dijadikan momentum untuk mencari pendanaan baru perusahaan.

"Bagi yang ingin mencari pendanaan tentu ini angin segar bagi mereka untuk melakukannya di tahun ini," kata Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (10/10).

Mengutip dari Bloomberg, salah satu sumber menyebutkan jika dari aksi korporasi ini, Lion Air mengincar dana segar senilai USD 1 miliar atau Rp14,14 triliun. Namun, kata Alfred, bagaimana pun hal tersebut merupakan rumor dan tetap harus menunggu pernyataan resmi dari Lion Air sendiri.

"Kalau bicara size dana (Rp14 Triliun) maka dengan kondisi yang sekarang itu besar sekali. Namun ini masih dikategorikan rumor. Karena kalau sudah begitu asetnya harus lebih besar dari Garuda, atau jumlah pesawatnya harus lebih banyak dari Garuda. Ini belum cukup concern karena belum ada pernyataan resmi dari Lion Air," tegasnya.

Menurutnya, rencana aksi korporasi Lion Air tersebut memang cukup menantang untuk dilakukan pada tahun ini. Apalagi, di tengah situasi pasar yang cenderung volatile. Meski demikian, industri penerbangan secara fundamental telah menunjukkan kinerja yang positif pada tahun ini.

"Dari sisi makro relatif berat karena sampai dengan saat ini IHSG juga mengalami tekanan baik dari faktor eksternal maupun internal. Namun dari sektor industrinya, sebetulnya jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kita bisa lihat Garuda ada perolehan laba dari kerugian tahun lalu yang artinya ini menunjukkan industri penerbangan tak bisa dipandang sebagai industri yang merugi," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Persyaratan

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan, rencana Lion Air untuk IPO cukup berani jika melihat situasi pasar yang cenderung berat pada saat ini. Namun, dia menilai sah-sah saja bagi Lion Air untuk melakukan aksi korporasi IPO di tahun ini.

"Ya itu kan strategi pendanaan ya, dan yang dilepas kan hanya sebagian persen saja dari total saham. IPO kan juga harus ada syaratnya yakni mencatatkan laba kalau 2-3 tahun berturut-turut," tuturnya kepada Liputan6.com.

Jika rencana ini terealisasi, Lion Air dipastikan akan menjadi industri penerbangan kedua yang melantai di bursa saham setelah Garuda Indonesia.

"Faktanya, menurut International Air Transport Association (IATA) pada 2040 itu Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar di dunia dalam hal jumlah penumpang penerbangan. Jadi mungkin saja Lion Air (IPO) melihat bahwa ke depan jumlah penduduk akan terus bertambah, mobilitas makin tinggi, pasar e-commerce pun makin pesat," jelasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
IHSG Diramal Menguat, Ini Deretan Saham Layak Beli
Siap IPO, Lion Air Lakukan Mini Expose Pekan Depan
BEI: Ada 31 Calon Emiten Baru Hingga Akhir 2019
Minim Sentimen, IHSG Diramalkan Akan Tertekan
Induk Usaha Rumah.com Bakal Melantai di Bursa Saham Australia
KEIN soal IHSG Rontok: Tak Selamanya Menggambarkan Fundamental Kita

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini