LSH ISNU Jatim Sukses Bantu Ribuan UMKM Raih Sertifikasi Halal, Tingkatkan Daya Saing Produk

Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU Jawa Timur telah mendampingi ribuan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, sebuah langkah krusial untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk mereka di pasar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
LSH ISNU Jatim Sukses Bantu Ribuan UMKM Raih Sertifikasi Halal, Tingkatkan Daya Saing Produk
Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU Jawa Timur telah mendampingi ribuan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, sebuah langkah krusial untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk mereka di pasar. (AntaraNews)

Lembaga Solusi Halal (LSH) Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur aktif mendampingi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendampingan ini bertujuan membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal untuk produk-produk mereka. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual serta daya saing produk di pasar.

Dewan Pengawas LSH PW ISNU Jatim, Siti Nur Husnul Yusmiati, mengungkapkan bahwa lembaganya mengerahkan 560 sarjana NU. Mereka bertugas sebagai pendamping dalam proses sertifikasi halal bagi UMKM di seluruh Jawa Timur. Hingga Februari 2026, LSH ISNU Jatim telah berhasil mendampingi 85.000 pelaku usaha UMKM.

Program pendampingan ini telah berjalan sejak tahun 2021 dan terus berlanjut hingga saat ini. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen LSH ISNU Jatim dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga Nahdliyin melalui sektor UMKM.

Peran Strategis LSH ISNU dalam Akselerasi Sertifikasi Halal

Lembaga Solusi Halal ISNU Jatim berdiri sejak tahun 2021 dengan misi utama membantu UMKM. Mereka fokus pada pentingnya sertifikasi halal sebagai standar kualitas dan kepercayaan konsumen. Ribuan UMKM telah merasakan manfaat langsung dari program pendampingan ini.

Siti Nur Husnul Yusmiati menyatakan, "Alhamdulillah, kami sudah mendampingi ribuan teman-teman pelaku usaha UMKM di Jatim." Pernyataan ini menegaskan capaian signifikan lembaga tersebut. Pendampingan ini melibatkan sarjana-sarjana NU yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Hingga tahun 2025, LSH ISNU Jatim telah berhasil mendampingi sekitar 85.000 pelaku usaha UMKM di seluruh Provinsi Jawa Timur. Angka ini menunjukkan skala dan dampak positif dari program yang dijalankan. Kehadiran sertifikasi halal membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk UMKM.

Komitmen LSH ISNU Jatim tidak hanya terbatas pada pendampingan teknis. Mereka juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan pelaku UMKM. Edukasi ini menekankan urgensi sertifikasi halal bagi keberlangsungan bisnis.

Edukasi dan Penguatan Ekonomi Melalui Sertifikasi Halal

Edukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal dilakukan secara masif oleh LSH ISNU Jatim. Salah satu platform edukasi yang dimanfaatkan adalah Festival NUconomic 2026. Acara ini diselenggarakan di "Kampung Coklat", Kabupaten Blitar.

Festival NUconomic 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Satu Abad NU. Melalui kegiatan ini, LSH ISNU Jatim berupaya memperkuat ekonomi warga, khususnya Nahdliyin. Sertifikasi halal menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Siti Nur Husnul Yusmiati menambahkan, "Kami mendukung penguatan ekonomi warga NU yang dilakukan PWNU Jatim dalam Festival NUconomic 2026 sebagai bagian dari peringatan Satu Abad NU." Ini menunjukkan sinergi antara berbagai elemen Nahdlatul Ulama. Penguatan ekonomi ini diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat warga.

Kegiatan ini juga menjadi platform strategis untuk memperkuat jaringan bisnis antar pelaku usaha. Selain itu, festival ini memperkenalkan produk-produk unggulan yang telah bersertifikat halal. Edukasi langsung kepada masyarakat menjadi salah satu tujuan utama festival.

Festival NUconomic 2026 dan Rangkaian Satu Abad NU

Festival NUconomic 2026 adalah salah satu acara puncak dalam rangkaian Harlah Satu Abad NU yang digagas PWNU Jatim. Berbagai kegiatan menarik disajikan untuk memeriahkan peringatan bersejarah ini. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian luas dari masyarakat.

Festival ini menampilkan pameran produk pertanian, kehutanan, dan kelautan. Selain itu, ada juga pendampingan UMKM, business coaching, talkshow, hingga kompetisi Gen-Z. Keberagaman acara ini memastikan edukasi dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Selain Festival NUconomic, rangkaian Satu Abad NU juga mencakup ziarah muassis/muharrik NU se-Jatim. Ada pula Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya dan pameran lukisan nasional di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Ini menunjukkan kekayaan budaya dan spiritual NU.

Puncak acara lainnya adalah Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Kota Malang pada 7-8 Februari 2026. Acara kolosal ini dihadiri ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri, serta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut hadir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi