Lonjakan Penumpang Udara di Kaltim: Oktober 2025 Catat Kenaikan 9,16 Persen

Data BPS Kaltim menunjukkan jumlah **penumpang udara di Kaltim naik 9,16 persen pada Oktober 2025**, didorong pertumbuhan di seluruh bandara utama. Simak detail peningkatannya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lonjakan Penumpang Udara di Kaltim: Oktober 2025 Catat Kenaikan 9,16 Persen
Data BPS Kaltim menunjukkan jumlah **penumpang udara di Kaltim naik 9,16 persen pada Oktober 2025**, didorong pertumbuhan di seluruh bandara utama. Simak detail peningkatannya! (AntaraNews)

Jumlah penumpang angkutan udara domestik di Kalimantan Timur mengalami peningkatan signifikan pada Oktober 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur melaporkan adanya kenaikan sebesar 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan geliat aktivitas transportasi udara di wilayah tersebut.

Total penumpang mencapai 239.300 orang, didorong oleh pertumbuhan di seluruh bandara yang beroperasi di Kalimantan Timur. Kenaikan ini mengindikasikan pemulihan atau peningkatan mobilitas masyarakat. Data ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana.

Berbagai bandara di Kaltim menunjukkan tren positif, dengan Bandara Melalan di Kutai Barat mencatat lonjakan tertinggi. Disusul oleh Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda yang juga memberikan kontribusi besar. Hal ini menegaskan peran vital bandara-bandara tersebut dalam konektivitas regional.

Peningkatan jumlah **penumpang udara di Kaltim naik 9,16 persen pada Oktober 2025** ini merata di berbagai lokasi. Bandara Melalan di Kutai Barat mencatat lonjakan tertinggi, mencapai 17,93 persen. Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat di daerah pedalaman.

Selain itu, Bandara Sepinggan Balikpapan juga mengalami kenaikan sebesar 9,76 persen, menegaskan posisinya sebagai gerbang utama. Bandara APT Pranoto Samarinda tidak ketinggalan dengan peningkatan 9,63 persen. Kedua bandara ini terus menjadi tulang punggung transportasi udara di Kaltim.

Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu dan Bandara Kalimarau di Berau turut menyumbang pada kenaikan total. Masing-masing mencatat peningkatan 2,28 persen dan 1,76 persen. Data ini menunjukkan bahwa konektivitas udara semakin merata di seluruh penjuru Kalimantan Timur.

Meskipun semua bandara menunjukkan pertumbuhan, Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda tetap menjadi pemain kunci. Kedua bandara ini secara konsisten mendominasi pergerakan **penumpang udara di Kaltim**. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana.

Bandara Sepinggan Balikpapan tercatat melayani jumlah penumpang domestik terbesar. Sebanyak 181.177 orang menggunakan bandara ini, menyumbang 75,71 persen dari total keseluruhan penumpang domestik. Angka ini menegaskan peran strategis Sepinggan sebagai hub regional.

Sementara itu, Bandara APT Pranoto Samarinda juga memiliki kontribusi signifikan. Bandara ini melayani 38.375 penumpang, atau sekitar 16,04 persen dari total penumpang. Kombinasi kedua bandara ini membentuk mayoritas pergerakan transportasi udara di Kalimantan Timur.

Selain sektor udara, angkutan laut domestik di Kalimantan Timur juga menunjukkan tren positif pada Oktober 2025. Jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 39.648 orang, mengalami peningkatan 4,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan diversifikasi moda transportasi yang digunakan masyarakat.

Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya jumlah penumpang di Pelabuhan Samarinda sebesar 13,37 persen dan Pelabuhan Semayang Balikpapan sebesar 4,13 persen. Namun, Pelabuhan Bontang–Lok Tuan mengalami penurunan 8,03 persen. Secara kumulatif, penumpang angkutan laut domestik Januari–Oktober 2025 naik 21,70 persen.

Pada sektor angkutan barang laut, volume yang diangkut pada Oktober 2025 mencapai 9.733,60 ribu ton. Angka ini menunjukkan kenaikan 3,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak di Kaltim.

Pelabuhan Kuala Samboja mendominasi angkutan barang laut dengan volume 2.875,73 ribu ton atau 29,54 persen. Pelabuhan Sangkulirang, Sangatta, Tanjung Redeb, dan Tanah Grogot juga mencatat volume signifikan. Hal ini menunjukkan pentingnya jalur laut untuk distribusi logistik di wilayah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi