Lippo Karawaci Raup Laba 2018 Rp 695 Miliar, Tumbuh 13 Persen

Rabu, 6 Maret 2019 17:08 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Lippo Karawaci Raup Laba 2018 Rp 695 Miliar, Tumbuh 13 Persen Presdir Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat pendapatan sepanjang 2018 sebesar Rp 12,5 triliun, naik sebesar 18 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor sebesar Rp 6,0 triliun, naik sebesar 26 persen yoy. Sementara, laba bersih naik 13 persen yoy menjadi sebesar Rp 695 miliar.

Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, mengatakan tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor properti di Indonesia. Namun, perseroan berhasil meningkatkan pendapatan dan pada saat bersamaan EBITDA juga meningkat 42 persen yoy menjadi Rp 3,1 triliun.

"Prioritas utama kami dalam 6 bulan ke depan adalah untuk memperkuat arus kas dan neraca perseroan," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/3).

Ketut menjabarkan pendapatan properti meningkat sebesar 33 persen yoy menjadi Rp 4,6 triliun, memberikan kontribusi sebesar 37 persen terhadap total pendapatan. Sementara, pendapatan recurring tumbuh sebesar 11 persen yoy menjadi Rp 7,9 triliun, memberikan kontribusi sebesar 63 persen terhadap total pendapatan.

Pendapatan divisi Urban Development meningkat sebesar 49 persen yoy menjadi Rp 3,4 triliun di tengah tengah pelemahan pasar properti di 2018. Pendapatan divisi Large Scale Integrated relatif datar naik sebesar 2 persen yoy menjadi Rp 1,2 triliun pada 2018.

Pendapatan divisi Healthcare naik sebesar 12 persen yoy menjadi Rp 6 triliun. Kunjungan pasien rawat jalan tumbuh sebesar 8 persen yoy, sementara penerimaan pasien rawat inap tumbuh sebesar 11 persen yoy. Laba Bersih divisi Healthcare tercatat sebesar Rp 16 miliar.

Sebagai bagian dari rencana ekspansi rumah sakit, LPKR melalui anak usahanya di bidang pelayanan kesehatan, SILO, telah membuka empat rumah sakit baru di tahun 2018, yaitu Siloam Hospitals Lubuk Linggau di Sumatera Selatan dengan kapasitas 175 tempat tidur, kemudian Siloam Hospitals Jember di Jawa Timur dengan kapasitas 323 tempat tidur; Siloam Hospitals Semarang di Jawa Tengah dengan kapasitas 23 tempat tidur dan Siloam Hospitals Palangkaraya di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 199 tempat tidur.

Saat ini, SILO mengelola 35 rumah sakit di 27 kota tersebar di seluruh Indonesia, dengan total kapasitas lebih dari 7.100 tempat tidur yang didukung oleh lebih dari 2.900 dokter dan 10,000 staf medis. SILO memiliki rumah sakit berakreditasi JCI yang pertama di Indonesia dan saat ini ada dua rumah sakit lainnya yang berakreditasi JCI. Disamping itu, SILO juga merupakan penerima penghargaan 'Frost & Sullivan, Indonesia’s Healthcare Service Provider of the Year' sebanyak enam kali.

Ketut melanjutkan pendapatan divisi Komersial LPKR meningkat sebesar 6 persen yoy menjadi Rp 819 miliar. Pendapatan Mal sedikit menurun sebesar 7 persen yoy menjadi Rp 368 miliar. Sementara pendapatan hotel meningkat sebesar 21 persen yoy menjadi Rp 451 miliar.

Pada 2018, tambahnya, grup Hotel Aryaduta telah membuka hotel bintang 5 baru di Kuta, Bali yang memiliki 178 kamar, di mana setiap kamar memiliki luas sekitar 50 m2, menyediakan ruang yang luas dan kenyamanan bagi para tamu. "Ini merupakan Hotel Aryaduta yang ke-10 di seluruh Indonesia," tuturnya.

Bisnis Asset Management yang terdiri dari town management dan portofolio & properti management, tumbuh sebesar 9 persen yoy menjadi Rp 1,1 triliun di 2018. Ini terutama disebabkan meningkatnya kontribusi dari divisi pengelolaan kota.

Pada akhir Oktober 2018, LPKR berhasil menyelesaikan rencana divestasi asetnya dengan menyelesaikan penjualan Manajer First REIT serta sebagian penjualan saham First REIT menghasilkan dana sebesar Rp 2,2 triliun. Rencana divestasi aset LPKR sebagai bagian dari strategi asset lightnya akan terus dilaksanakan.

"Hal ini memungkinkan Lippo Karawaci memposisikan dirinya untuk memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang menarik di seluruh sektor properti di Indonesia." [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini