Laku dikonsumsi, populasi ikan Pari Manta hilang 57 persen
Merdeka.com - Spesies Pari Manta yang berada di kawasan perairan Indonesia saat ini mengalami penurunan populasi. Sebab, besarnya kebutuhan konsumsi dan sebagai bahan baku industri farmasi membuat ikan ini habis diburu.
Atas hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan, ikan Pari Manta jenis Manta karang dan Manta oseanik merupakan spesies yang dilindungi. Dua ikan ini merupakan spesies karismatik dunia.
"Saat ini populasi Pari Manta di Indonesia mengalami penurunan yang cukup ekstrem, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah kehilangan populasi 33 persen sampai 57 persen," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (28/1).
Sharif menerangkan, perburuhan secara besar-besaran di kawasan perairan Nusa Tenggara seperti Lombok, Lamakera, Lamalera, Alor, dan Flores. Dalam satu tahun, sebanyak 900 sampai 1.300 ekor Pari Manta mati akibat perburuan.
"Peningkatan laju penangkapan Pari Manta ini salah satunya disebabkan tingginya permintaan insang untuk kebutuhan bahan baku obat tradisional di China," terang dia.
Padahal, menurut Sharif, penjualan insang Pari Manta memiliki nilai yang tidak terlalu signifikan. Menurut dia, satu ekor Pari Manta hanya berharga Rp 1 juta jika dijual.
Atas hal itu, Sharif menerangkan, pihaknya tengah mendorong diadakannya usaha lain guna melestarikan Pari Manta. Salah satu caranya dengan membuka layanan wisata melihat langsung spesies dunia tersebut.
"Pari Manta ini dapat menyumbang pendapatan mencapai Rp 9,8 miliar sepanjang hidupnya. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan jika dijual," pungkas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya