Kubu Jokowi Sebut Kartu Prakerja Bakal Dioptimalkan Lewat Pemda dan Industri

Selasa, 5 Maret 2019 18:28 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kubu Jokowi Sebut Kartu Prakerja Bakal Dioptimalkan Lewat Pemda dan Industri Arif Budimanta soal Kartu Prakerja. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional TKN Joko Widodo-Ma'aruf Amin, Arif Budimanta menjelaskan, program Kartu Prakerja akan dioptimalkan dengan menggandeng pemerintah daerah dan sektor industri.

"Nanti itu kerja sama tentu saja yang paling utama dari pemerintah daerah ya, dinas ketenagakerjaan yang ada di daerah, nanti juga dengan industri yang terkait dengan nama-nama itu," kata dia kepada Merdeka.com, di Jakarta, Selasa (5/3).

Dia menjelaskan, para pemegang kartu ini nantinya akan mendapat pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Pelatihan tersebut tentu akan meningkatkan kompetensi anak-anak muda Indonesia.

"Terutama bagi mereka yang pendidikan menengah agar dapat mendapatkan upah yang baik, itu diberikan fasilitas untuk peningkatan kompetensi. Dapat sertifikat," jelas Arif.

Pemerintah, lanjut Arif, juga akan membangun program-program pendidikan vokasi. Selain itu, penyebaran program ke seluruh wilayah Indonesia pun akan terus dilakukan.

Sebelumnya, Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memberi penjelasan tentang Kartu Pra Kerja yang dipaparkannya dalam Konvensi Rakyat beberapa waktu lalu. Jokowi mengatakan, kartu ini dikhususkan untuk para anak muda lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, dan politeknik.

"Mengenai kartu pra kerja, kartu ini kita siapkan untuk anak-anak muda yang lulus dari SMA atau SMK maupun yang lulus dari politeknik/perguruan tinggi untuk bisa masuk ke industri untuk dapat pekerjaan," jelas Jokowi, Jumat (1/3).

Dia mengatakan, pemegang kartu prakerja yang belum mendapat pekerjaan, meskipun telah mengikuti pelatihan tak perlu khawatir. Jokowi menjelaskan bahwa pemegang kartu ini tetap akan mendapatkan gaji. "Kalau belum dapat pekerjaan kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji gitu. Tapi jumlahnya berapa, masih kita rahasiakan," ujar Jokowi. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini