Fadli Zon Nilai Kartu Prakerja Milik Jokowi Harapan Palsu

Selasa, 5 Maret 2019 16:03 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon Nilai Kartu Prakerja Milik Jokowi Harapan Palsu Fadli Zon. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari program Kartu Prakerja milik Capres nomor urut 01 Joko Widodo. Menurutnya, usulan itu terkesan politis, norak dan tidak canggih.

"Ya sangat politis, tapi politisinya agak norak. Tidak canggih," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3).

Dia mengatakan, Kartu Prakerja bukanlah solusi untuk Indonesia. Solusi terbaik, kata dia, adalah pemberian lapangan kerja yang sebesar-besarnya.

"Solusinya adalah ciptakan lapangan kerja yang mudah. Pikirkan honorer yang sudah bekerja selama puluhan tahun tapi tidak mendapat hak mereka," ungkapnya.

Fadli meminta mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk tidak memberikan harapan palsu pada rakyat. Kemudian lebih memikirkan pegawai honorer saja terlebih dahulu.

"Coba itu lah pikirkan dulu yang honorer yang jumlahnya masih ratusan ribu yang mereka sudah mengabdi kepada bangsa dan negara tapi tidak mendapatkan honor yang layak. Itu saja dulu dipikirin," jelasnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi memberi penjelasan tentang Kartu Pra Kerja yang dipaparkannya dalam Konvensi Rakyat beberapa waktu lalu. Jokowi mengatakan, kartu ini dikhususkan untuk para anak muda lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, dan politeknik.

Hal ini dikatakan Jokowi saat menghadiri acara ngopi bersama milenial Sulawesi Tenggara di Kopi Haji Anto 2 Kendari, Jumat (1/3). Salah satu relawan sebelumnya meminta penjelasan kepada Jokowi terkait hal ini.

"Mengenai kartu pra kerja, kartu ini kita siapkan untuk anak-anak muda yang lulus dari SMA atau SMK maupun yang lulus dari politeknik/perguruan tinggi untuk bisa masuk ke industri untuk dapat pekerjaan," jelas Jokowi.

Menurut dia, para pemegang kartu ini nantinya akan mendapat pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga di luar negeri.

"Semua dikerjakan oleh instruktur yang punya kualifikasi yang bagus. Sehingga begitu lulus training mestinya kalau training bagus gampang sekali masuk dunia kerja," ucap dia.

Dia mengatakan, pemegang kartu pra-kerja yang belum mendapat pekerjaan, meskipun telah mengikuti pelatihan tak perlu khawatir. Jokowi menjelaskan bahwa pemegang kartu ini tetap akan mendapatkan gaji.

"Kalau belum dapat pekerjaan kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji gitu. Tapi jumlahnya berapa, masih kita rahasiakan," kata Jokowi disambut tepuk tangan dari para relawan. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini