Kondisi Indeks Bisnis Kuartal I-2019 Alami Penurunan

Senin, 6 Mei 2019 14:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kondisi Indeks Bisnis Kuartal I-2019 Alami Penurunan Kepala BPS Suhariyanto. ©2017 Merdeka.com/Saugy Riyandi

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melaporkan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Kuartal I-2019 mencapai sebesar 102,10 atau turun dibandingkan kuartal IV-2018 yang mencapai 104,71. Angka Ini juga menurun dibandingkan kuartal I-2018 sebesar 106,28.

"Kondisi bisnis Kuartal I-2018 sebesar 102,10, namun optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan Kuartal sebelumnya," kata Kepala BPS, Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (6/5).

Adapun beberapa penyebab penurunan ini didorong oleh beberapa kategori lapangan usaha. Di mana, kontruksi mengalami penurunan dari posisi ITB Kuartal I-2018 sebesar 104,14 turun menjadi 98,95 di Kuartal I-2019.

Kemudian kategori lapangan usaha lainnya yang tercatat juga alami penurunan adalah pengadaan listrik dan gas. Dari posisi ITB tahun lalu sebesar 114,58 kini merosot ke posisi 98,41. Selanjutnya penurunan ini diikuti di sektor jasa pendidikan, dari sebelumnya posisi ITB sebesar 111,98 menjadi 98,35.

Kendati demikian, pria yang kerap disapa Kecuk ini mengatakan, peningkatan kondisi bisnis pada Kuartal I-2019 ini terjadi pada 10 kategori lapangan usaha. Kondisi bisnis yang membaik dan optimisme pelaku bisnis tertinggi terjadi pada kategori jasa keuangan dan asuransi hingga sektor pertanian.

"Berdasarkan sektornya yang tumbuh bagus jasa keuangan dan asuransi, disusul pertanian kehutanan dan perikanan," katanya.

Kecuk menambahkan, meski tercatat mengalami penurunan kondisi bisnis pada Kuartal II-2019 bakal diperkirakan meningkat dengan optimisme pelaku bisnis yang lebih tinggi dari Kuartal sebelumnya.

"Di Kuartal II-2019 optimismenya meningkat karena ITB-nya meningkat menjadi 106,44 kalau dilihat dengan adanya Ramadhan dan Lebaran mereka melihat permintaan akan meningkat sehingga ITB order dalam negeri meningkat," sebutnya.

"Peningkatan kondisi bisnis diperkirakan terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha kecuali kategori lapangan usaha pertambangan dan penggalian," tandas Kecuk. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. BPS
  2. Bisnis
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini