Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) secara aktif mengajak seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi dalam Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Gerakan Hijau yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan kuat untuk mendukung pariwisata berkelanjutan serta pelestarian lingkungan di Labuan Bajo, yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia.
Ajakan kolaborasi ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, dalam sebuah koordinasi kalender kegiatan tahun 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertemuan tersebut dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) Kabupaten Manggarai Barat, para pelaku wisata, dan mitra sektor pariwisata, menegaskan pentingnya sinergi untuk pengembangan pariwisata daerah.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata juga telah mengaktivasi program “Gerakan Wisata Bersih” di Labuan Bajo pada 12 April 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk menciptakan destinasi wisata yang memiliki daya saing global, dengan Labuan Bajo menjadi fokus utama dalam implementasinya.
Advertisement
Advertisement
Dwi Marhen Yono menegaskan bahwa kolaborasi adalah elemen krusial dalam pengembangan sektor pariwisata di Labuan Bajo. Menurutnya, tanpa dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, upaya pelestarian dan peningkatan kualitas destinasi akan sulit tercapai secara optimal.
Sepanjang tahun 2025, BPOLBF telah menunjukkan komitmennya dengan menyelenggarakan sebanyak 25 kali GWB di wilayah koordinatifnya, melibatkan berbagai pihak. Total sebanyak 4.481 peserta telah ambil bagian dalam kegiatan tersebut, berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 16.239 kg, menunjukkan dampak positif dari gerakan ini.
Selain GWB, BPOLBF juga aktif dalam kegiatan Gerakan Hijau, di mana total 4.581 anakan pohon dari berbagai jenis telah berhasil ditanam. Kedua gerakan ini merupakan bukti nyata komitmen BPOLBF dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Labuan Bajo.
Advertisement
Advertisement
Dwi Marhen Yono menjelaskan bahwa kegiatan GWB dan Gerakan Hijau untuk tahun 2026 dapat diusulkan oleh masing-masing instansi yang nantinya akan menjadi penanggung jawab utama (PIC) kegiatan. Hal ini membuka kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat dan lembaga untuk berkontribusi aktif.
Sebagai contoh, ia mengilustrasikan, “Kalau satu tahun contoh ada 50 minggu, katakan awal tahun di tanggal 16 Januari kita mulai dari Lanal Labuan Bajo, ya person in charge (PIC) Lanal Labuan Bajo lalu ditentukan lokasi di pantai A misalnya maka kita dengan Lanal Labuan Bajo didukung oleh pemerintah daerah kita gerakan wisata bersih bersama atau sekaligus tanam pohon nanti kita sepakati.” Pendekatan ini memastikan distribusi tanggung jawab dan partisipasi yang luas.
Usulan kegiatan GWB maupun Gerakan Hijau dari setiap instansi nantinya akan diintegrasikan menjadi bagian dari Calendar of Event (CoE) yang akan dikerjakan secara bersama-sama. Dwi Marhen Yono menambahkan, “Jadi PIC kegiatan bisa mulai bersurat di akhir bulan Desember ini untuk kita bikin Calendar of Event green action juga GWB.” Ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk tahun mendatang.
Advertisement
Advertisement
Program GWB merupakan salah satu program quick win aksi kebersihan lingkungan wisata yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata. Program ini dirancang sebagai salah satu upaya strategis dalam peningkatan daya tarik wisata Indonesia di mata dunia.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menekankan bahwa program ini memiliki dampak ganda. Ia menyatakan, “Tidak hanya bisa meningkatkan awareness (kesadaran) masyarakat sekitar, tapi juga membuat destinasi itu betul-betul memiliki daya saing tingkat global, tingkat internasional begitu.” Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan jangka panjang GWB.
Program Gerakan Wisata Bersih ini diluncurkan di 16 titik destinasi prioritas yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba, Likupang, Manado, Bali, Banyuwangi, dan Jakarta. Labuan Bajo menjadi lokasi ketiga yang diaktivasi, dan Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, evaluasi, serta monitoring terhadap keberlanjutan program ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews