Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menarik minat investasi dan kemitraan usaha kelautan perikanan senilai Rp1,60 triliun. Pencapaian ini diraih dalam acara Investment and Business Matching yang merupakan rangkaian Hari Ikan Nasional (Harkannas). Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada 29 November, menarik perhatian investor domestik dan internasional.
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, menyatakan nilai investasi tersebut didapat setelah serangkaian pertemuan langsung. KKP menawarkan 36 proyek potensial senilai total Rp3,02 triliun kepada para pelaku usaha. Ini menunjukkan komitmen KKP dalam memajukan sektor maritim Indonesia.
Investasi yang berhasil dijaring ini diharapkan dapat mendorong swasembada pangan serta kemandirian bangsa melalui implementasi program ekonomi biru. Kebijakan ekonomi biru menjadi pilar utama keberlanjutan sumber daya perikanan dan keberlanjutan usaha. KKP akan terus memfasilitasi pelaku usaha untuk mewujudkan target investasi.
Advertisement
Advertisement
KKP menawarkan berbagai proyek strategis untuk menarik investasi KKP. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan industri pengolahan ikan tuna dan udang. Selain itu, pembangunan logistik rantai dingin di Kabupaten Cilacap juga menjadi prioritas. Ini menunjukkan diversifikasi peluang investasi yang tersedia.
Proyek lain yang menarik minat adalah pembangunan pabrik garam industri di Kabupaten Jeneponto. Ada juga fasilitas pengolahan hasil perikanan dan pusat logistik rantai dingin di Kawasan Industri Bolok, NTT. Pembangunan pabrik pengolahan rumput laut berbasis nori di Jawa Barat turut ditawarkan.
Machmud mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen dari potensi investasi yang ditawarkan berhasil dijaring. Ini membuktikan daya tarik sektor kelautan dan perikanan Indonesia. KKP berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha dan investor.
Advertisement
Advertisement
KKP memastikan sejumlah program unggulan disiapkan untuk mendukung investasi KKP. Program ini selaras dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong swasembada pangan. Kebijakan ekonomi biru menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan sektor perikanan. Ini mencakup keberlanjutan sumber daya dan usaha.
Pasca kegiatan, Machmud menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pendampingan intensif. Pendampingan ini ditujukan bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi. Tujuannya adalah mencapai target investasi kelautan dan perikanan tahun 2025 sebesar Rp13,11 triliun. KKP juga meminta koordinasi erat dengan pemerintah daerah tujuan investasi.
Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan kemudahan perizinan dan insentif. Iklim politik yang stabil, konektivitas, serta ketersediaan SDM terampil juga menjadi fokus. Hal ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025. PP ini mengatur Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Advertisement
"Pemerintah berkomitmen untuk memberikan kemudahan, karenanya kami mengajak pelaku usaha untuk menjadi bagian dari pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan turut berinvestasi pada program-program tersebut," kata Machmud. Pernyataan ini menegaskan ajakan KKP kepada investor.
Advertisement
Investment and Business Matching merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Ikan Nasional (Harkannas). Harkannas sendiri diperingati setiap tanggal 21 November. Acara ini menjadi wadah strategis untuk menjaring investasi KKP dan kemitraan.
Forum ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal KKP Komjen Pol Rudy Herianto Adi Nugroho. Acara dihadiri oleh 351 peserta secara luring dan 1.395 peserta secara daring. Partisipasi luas ini menunjukkan antusiasme terhadap peluang di sektor kelautan.
Peserta dari luar negeri juga turut hadir, termasuk perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Irak, Denmark, dan Kepulauan Solomon. Taipei Economic and Trade Office serta investor potensial dari Tiongkok juga berpartisipasi. Kehadiran delegasi internasional ini menandakan daya tarik global sektor kelautan Indonesia.
Advertisement
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menekankan potensi besar industri ini. Beliau mengajak siapapun untuk tidak takut berkarya dan meniti usaha di sektor kelautan dan perikanan. Potensi bisnis yang sangat besar masih tersimpan di dalamnya.
Sumber: AntaraNews