Kerap abai keselamatan, penerbangan murah buat masyarakat takut
Merdeka.com - Musibah kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu membuka mata masyarakat terhadap kelakuan maskapai penerbangan murah atau LCC (Low Cost Carrier). Di balik kecelakaan ini, terungkap berbagai pelanggaran seperti terbang ilegal dan mengabaikan info cuaca.
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel (ASITA), Asnawi Bahar mengakui kejadian ini membuat masyarakat takut menggunakan maskapai LCC. Pasalnya, maskapai murah seperti mengabaikan keselamatan masyarakat.
"Tentu saja kenyataan ini membuat takut masyarakat, masyarakat tertentu tidak jadi terbang dan sebagainya," ucap Asnawi ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (7/1).
Tidak hanya AirAsia, maskapai penerbangan murah lainnya juga kerap mengabaikan hal hal kecil. Asnawi melihat sendiri saat terbang dengan salah satu penerbangan murah di Indonesia.
"Umumnya di airport itu tahu dan mereka tutup mata. Saya pengalaman sendiri, ada LCC waktu itu pentil ban bocor, lalu diakalin saja. Itu yang kira-kira diabaikan mereka," katanya.
Asnawi berharap pemerintah melalui Kementerian Perhubungan segera membenahi kinerja maskapai penerbangan murah ini. Bandara di Provinsi maupun Kabupaten harus mengawasi ketat kinerja Flight Operations Officer (FOO).
"Ini sekarang regulasi harus ditegakkan. Semua sepakat perbaiki ini. Keselamatan penumpang harus jadi pertimbangannya. Ngeri itu kalau terus diabaikan," tutupnya.
Sebelumnya, Asnawi mengatakan tragedi AirAsia ini telah membuat penjualan tiket penerbangan murah turun 10 persen. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya