Kepanikan Global Soal Virus Corona Mereda, IHSG Menguat 380 Poin

Kamis, 26 Maret 2020 14:13 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kepanikan Global Soal Virus Corona Mereda, IHSG Menguat 380 Poin Perry Warjiyo. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kepanikan pasar keuangan global terhadap penyebaran Virus Corona sudah mulai mereda. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 380 poin ke level 4.316.

"IHSG di Jakarta mengalami penguatan. Catatan yang kami lihat, saat ini sudah di posisi 4.316 atau menguat 380 poin. Itu merupakan penguatan signifikan setelah mengalami tekanan kepanikan," ujar Perry melalui Video Confrence, Jakarta, Kamis (26/3).

Perry mengatakan, penguatan IHSG juga diikuti oleh saham-saham perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beberapa perusahaan sudah mulai bergerak ke zona hijau yang menandakan investor mulai menanam kembali dananya.

"Banyak saham-saham di dalam warna hijau atau mengalami kenaikan harga dan ini menunjukkan kondisi kepanikan global mereda. Dan apa yang kita alami di pasar keuangan Indonesia tidak terpisah dari kondisi pasar keuangan dunia tadi," paparnya.

Dia menambahkan, bersamaan dengan perbaikan kinerja IHSG, aliran dana keluar atau out flow juga sudah melandai. "Outflow juga mengalami penurunan, ini menunjukkan kondisi pasar keuangan semakin membaik," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Dibuka Menguat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali naik menembus level psikologis 4.000 di tengah pelemahan bursa saham regional. Pada pukul 09.08, IHSG menguat 186 poin atau 4,72 persen ke posisi 4.123,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 39,4 poin atau 6,95 persen menjadi 606,23.

"Kami menilai, efek pandemi COVID-19 masih akan mempengaruhi pasar domestik dengan jumlah pasien positif sebanyak 790 kasus. IHSG hari ini kami perkirakan bergerak flat dengan kecenderungan menguat tipis," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam riset yang dikutip Antara di Jakarta, Kamis (26/3).

Dari eksternal, pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat merespons paket stimulus sebesar USD 2 triliun demi menanggulangi krisis akibat pandemi global. Sementara pasar Eropa turut naik merespons penguatan di AS.

IHSG sendiri pada minggu ini secara akumulatif telah turun 6,2 persen, mayoritas ditekan oleh emiten perbankan. Meski demikian, emiten pertambangan selama dua hari perdagangan (23-24 Maret) cukup mengalami tren peningkatan.

Dia menilai, investor tampaknya masih "wait and see" menunggu data Klaim Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims) AS per Maret yang diperkirakan akan naik signifikan. [azz]

Baca juga:
Hari Ini, IHSG Kembali Menguat ke Level Psikologis 4.000
Alasan Bursa Saham Indonesia Rentan Terguncang
IHSG Kembali Anjlok 5 Persen, BEI Bekukan Perdagangan Saham
IHSG dan Rupiah Terkapar, BKPM Yakinkan Investor Hal Sama Terjadi di Dunia
OJK soal IHSG Anjlok: Jangan Khawatir, Fundamental Saham Bagus
Di April 2020, IHSG Diprediksi Melemah ke 3.800 dan Nilai Tukar Rp16.500 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini