Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kementerian PU paparkan dua kendala teknis pembangunan JSS

Kementerian PU paparkan dua kendala teknis pembangunan JSS

Merdeka.com - Pemerintah menyatakan, pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak akan mungkin terlaksana tahun depan. Sebab, studi kelaikan proyek ini belum rampung. Ditargetkan, studi kelaikan selesai tahun depan.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini menyatakan, setidaknya terdapat dua masalah teknis dalam pembangunan JSS. Yakni ketersediaan pasokan beton dan keterbatasan alat.

"Kita harus memperhitungkan kita akan ada suplai beton yang begitu besar 7,7 juta meter kubik, artinya kita harus siapkan," ujar Hediyanto di sela Indonesia-Japan Conference on Contruction di Jakarta, Kamis (21/11).

Hediyanto mengatakan, kebutuhan beton untuk membangun JSS terbilang besar. Sejauh ini belum ada produsen dalam negeri yang mampu menyediakan beton dalam jumlah tersebut.

Tidak hanya keterbatasan beton, belajar dari pengalaman pembangunan Jembatan Suramadu, dia memastikan, proyek JSS juga akan mengalami kendala yang sama yaitu keterbatasan alat. Tidak ada alat pengecor untuk pembangunan konstruksi lepas pantai atau biasa disebut traveler

"Itu (traveler) di Asia kita cari-cari, adanya di Thailand, kita beli, ada juga di Taiwan, kita beli. Itu khusus untuk Suramadu. Artinya, jangankan di Indonesia, di Asia pun susah mencari peralatan itu," kata Hediyanto.

Hediyanto mengakui, pembangunan JSS memiliki kadar kesulitan jauh lebih tinggi dibandingkan Suramadu. Jika keterbatasan alat tidak terselesaikan, maka dapat menghambat megaproyek yang disebut-sebut senilai Rp 100 triliun itu.

"Pasti lebih sulit, dua kali lebih sulit. Jadi peralatan itu jadi momok juga. Jangan-jangan di dunia pun alatnya belum ada, jadi kita nunggu dulu alatnya dibuat, sifatnya spesifik alatnya. Sedangkan panjang bentang JSS mungkin sekitar 2.000 meter-3.000 meter, pastinya saya enggak tau, yang pasti lebih tinggi dari Suramadu," kata Hediyanto. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP