Kementerian BUMN putar otak agar Pertamina tak tambah rugi jual bensin
Merdeka.com - PT Pertamina nampaknya mengalami kondisi yang kurang menguntungkan saat ini. Berbagai regulasi yang dikeluarkan pemerintah berpotensi menambah kerugian perusahaan migas tersebut.
Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan salah satu kerugian yang dialami Pertamina selama ini adalah dalam penjualan Pertalite. Meski harga sudah naik, Pertamina disebut masih merugi.
Menurut Harry, harga penjualan Pertalite saat ini belum mengikuti tren pergerakan harga minyak dunia. Dengan kata lain, Pertamina masih memberi subsidi harga Pertalite saat ini.
"Rugi atau tidak pasti rugi, cuma besaran kerugian (jual Pertalite) masih kita hitung bersama," katanya saat ditemui di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (14/4).
Tak berhenti di situ, wacana pemerintah untuk mengatur kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertalite juga berpotensi menambah kerugian. Harry mengakui selama ini badan usaha seperti Pertamina mempunyai wewenang mengatur harga.
Namun dengan adanya aturan baru, makan penyesuaian harga harus melapor dulu ke Kementerian ESDM. "(Semakin menekan Pertamina) iya, tapi kita sedang cari cara untuk menekan kerugian ini," katanya.
Harry menyebut salah satu contoh menekan kerugian Pertamina ialah dengan membentuk holding BUMN Migas. Dengan masuknya PGN akan menambah modal Pertamina untuk melakukan ekspansi usaha. "Masuknya PGN ada tambahan modal Rp 38 triliun," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya