Kementan Ungkap Penyebab Anjloknya Harga Cabai

Minggu, 29 Agustus 2021 15:00 Reporter : Sulaeman
Kementan Ungkap Penyebab Anjloknya Harga Cabai cabai. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan anjloknya harga cabai di pasaran akibat faktor kelebihan produksi atau surplus. Melansir data produksi aneka cabai nasional pada Januari hingga Juli 2021 menunjukkan masih surplus.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mencatat, pada bulan Juli terdapat produksi sebanyak 163.293 ton. Sedangkan, kebutuhan cabai hanya sebesar 158.855 ton.

"Hingga Juli kita surplus 4.439 ton. kebutuhan masyarakat terhadap aneka cabai masih dapat dipenuhi dari hasil produksi di dalam negeri," ucapnya kepada Merdeka.com, Minggu (29/8).

Menurut Tommy adanya surplus produksi juga telah diantisipasi Kementan, dengan meminta para stakeholder, baik pengusaha lokal dan pemerintah daerah untuk membantu penyerapan hasil petani. Kementan merasa perlu dukungan pemasaran di level pedagang harus ada intervensi pemerintah.

"Kami sudah memastikan produksi cukup sehingga gejolak harga tinggi tidak terjadi kembali. Maka penguatan intervensi pemerintah di hilir juga harus kuat. Kami mohon para petani kami dibantu agar harga tidak anjlok," paparnya.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto juga mengatakan kondisi produksi saat ini dalam kondisi baik dan surplus.

"Kami mendengar ada penurunan harga di pasaran. Karenanya kami dorong agar industri dalam negeri dapat menyerap produksi petani. Begitu pula pemda agar juga menjaga harga di level petaninya baik. Kita perlu bersama menjaga semangat petani," tegasnya.

Saat ini Kementan menurut Bambang menyiapkan mobil berpendingin untuk mengangkut cabai dari lahan dengan gratis tanpa biaya kirim. Bahkan untuk pengolahan, Kementan telah memberi bantuan pasca panen bagi petani binaan.

"Kami juga telah bersurat pada dinas terkait di 34 propinsi untuk menyerap produk petani. Alokasi anggaran untuk bantuan pasca panen juga telah ada, agar kualitas produksi petani terjaga," tutupnya.

Perlu diketahui, saat ini, stok cabai yang melambung karena masa panen di sejumlah daerah membuat harga cabai di pasaran jadi turun drastis atau anjlok. Harga anjlok ini dikeluhkan sejumlah pedagang di sektor hilir.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran keluhkan minimnya daya beli masyarakat. Dia menuturkan tiga jenis cabai mengalami penurunan dan bawang putih juga ikut turun

"Pasokan banyak, tapi jualnya yang susah," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (27/8).

Menurut data yang diberikannya, harga cabai merah besar TW turun dari Rp 22 Ribu perkilogram jadi Rp 18 Ribu. Kemudian, cabai hijau besar turun dari Rp 15 ribu jadi Rp 14 ribu perkilogram.

Kemudian, cabai keriting hijau turun dari Rp 14 ribu jadi Rp 12 ribu, sementara bawang putih yang juga ikut turun dari Rp 27 ribu jadi 26 ribu perkilogram. Dari data tersebut, selisih terbesar setelah harga turun dialami cabai merah besar TW dengan selisih sekitar Rp 4 ribu. [azz]

Baca juga:
Strategi Kementan Antisipasi Anjloknya Harga Cabai di Pasaran
Bantu Petani, Ganjar Minta ASN Borong Cabai
Harga Cabai Rawit Merosot Hingga Rp42.000 per Kilogram
Cuaca Ekstrem Bikin Harga Cabai Naik Hingga 12,6 Persen
Pasca Iduladha, Harga Cabai di Tangerang Kembali Stabil
Harga Cabai Merah Naik Menjadi Rp40.000 per Kg Jelang Iduladha

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini