Kemenkeu Bantah Cukai Rokok Tak Naik Tahun Ini karena Adanya Pemilu

Senin, 16 September 2019 20:12 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kemenkeu Bantah Cukai Rokok Tak Naik Tahun Ini karena Adanya Pemilu Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran 35 persen pada 2020 mendatang. Kenaikan tersebut cukup tinggi karena di tahun ini cukai rokok tidak mengalami kenaikan. Sebelumnya, di tahun 2017 cukai rokok hanya naik 10,54 persen dan 10,04 persen di 2018.

Besarnya kenaikan tersebut memicu spekulasi karena tidak adanya kenaikan cukai rokok di tahun ini karena adanya gelaran pemilihan presiden (Pilpres). Akibatnya, kenaikan yang tertunda tersebut dikalkulasikan pada kenaikan di tahun 2020.

Namun hal itu dibantah oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/9).

"Yo jangan berspekulasi," kata dia.

Kendati demikian dia juga enggan membeberkan alasan pemerintah memutuskan tidak menaikkan cukai rokok di 2020.

"Kan 2019 gak dinaikan, (kenapa gak dinaikan?) Kan diputuskan gak naik," ujarnya.

Namun, kenaikan cukai rokok ini menyeimbangkan tiga hal. Pertama pengendalian konsumsi, artinya rokok kalau di konsumsi memiliki dampak yang negatif. Melihat data meningkatnya jumlah perokok terutama dari kalangan anak-anak. "Ada dampak negatif dari konsumsi rokok," ujarnya.

Kemudian, perkembangan industrinya. Menurutnya cukai rokok dapat mempengaruhi perkembangan industri, mulai dari produksinya hingga tenaga kerja.

"Ketiga, penerimaan negara akan seperti apa bergeraknya. Nah 3 ini akan selalu jadi dimensi kebijakan," tutupnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Setujukah Harga Rokok Naik? Klik di Sini! [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini